FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sisi Lain Generasi Millenial, Lebih Rentan Terhadap Kematian



Generasi milenial dikenal sebagai generasi yang aktif dan juga generasi yang bisa membawa pengaruh besar terhadap masa depan.

Generasi milinenial sendiri kini didefinisikan dengan rentang waktu yang lebih pendek dari yang kita tahu sebelumnya. Pew Reasearch Center mengatakan orang-orang yang termasuk dalam generasi milenial adalah mereka yang lahir di tahun 1981 sampai 1996.

BERITA TERKAIT:

Yang Harus Diketahui Remaja Sebelum Berkeluarga
Hai Remaja, Ini Yang Bikin Ortu Senang Saat Kamu Dewasa
Ini Pola Pikir dan Gaya Hidup Remaja Jaman Now

Nah, tahu nggak, kalau ternyata menurut sebuah penelitian, generasi milenial ini sebenarnya memiliki masalah yang bisa megancam jiwa.

Melansir Kompas.com, laporan Blue Cross Blue Shield (BCBS) memperkirakan kalau generasi milenial memilki kemungkinan meninggal dunia lebih cepat dibanding generasi lain.

Bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mereka meneliti pola kesehatan milenial saat ini.

Dan hasilnya adalah, mereka menemukan bahwa generasi ini berisiko terserang lebih banyak penyakit dan risiko kematian dini dibanding generasi sebelumnya, yaitu Generasi X.

Bahkan dalam 10 tahun ke depan, angka kematian milenial diprediksi meningkat hingga 40%

Yap, masalah kesehatan ini erat kaitannya juga dengan tingkat depresi, kecemasan, ADHD, dan juga penyalahgunaan zat yang tinggi. Di antara tahun 2014 hingga 2017, jumlah depresi dan hiperaktivitas yang didiagnosis meningkat 30% di kalangan milenial.

Nggak hanya sampai situ masalah milenial ini, HAI kutip dari menshealth.com, masalah kesehatan milenial juga nggak lepas kaitannya dengan masalah keuangan. Studi mengatakan ketika milenial ini merasa khawatir dengan kondisi keuangan, mereka justru bakal jatuh sakit.

“Penurunan ekonomi milenial pada gilirannya, dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam kesehatan milenial dan mengakibatkan jumlah depresi yang tinggi dan kondisi kesehatan mental lainnya dari waktu ke waktu,” tulis sebuah studi,

Nah tapi, hal ini bukan berarti nggak bisa dicegah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari kondisi tersebut. Salah satunya dengan terapi pola pikir dan perilaku.

Nggak cuma untuk milenial, pada dasarnya semua orang harus mengerti kondisi dirinya masing-masing. Hal apa yang bisa membuat bahagia, dan apa yang bisa memicu depresi sehingga jatuh sakit.

Dengan mengetahui hal tersebut, kita harus bisa mengubah pola pikir dan gaya hidup yang lebih positif, serta membiasakan untuk melakakukan aktivitas fisik yang menyehatkan.

Sumber: haiOnline | Foto: pexels

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

Tips Agar Payudara Tetap Indah Setelah Melahirkan https://t.co/ds3Flg915t
Datangi Wabup Bandung, Ferdian Paleka CS Malah Ditantang https://t.co/R1tbtBFcZg
Anggota Kodim Subang Gendong Nenek yang Antri Bansos https://t.co/y9tPd7NFDg CC @tni_ad @Puspen_TNI https://t.co/g0oYFgtCvF
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter