FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Konfercab NU Subang yang Sepi

Peralihan kepemimpinan di organisasi merupakan suatu hal yang terencana dan terukur berdasarkan atas keputusan bersama dengan berbagai analisis komprehensif yang menyertainya dalam kurun waktu tertentu. Sehingga proses pergantian kepemimpinan organisasi harus terbuka, transparan atas dasar kebutuhan dan visi serta wacana perkembangan kedepan yang harus diselesaikan selama periode kepemimpinanya. Pergantian kepemimpinan tidak dilakukan secara diam-diam yang cenderung eksklusif, apalagi organisasi yang besar yang didalamnya terdapat anggota atau jama’ah yang besar.

Berdasarkan informasi yang sekarang beredar, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Subang Periode 2013-2018 akan melaksanakan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Subang tanggal 03 Oktober 2018 yang bertempat di Pondok Pesantren Aattawazun Kalijati. Namun gebyar Prakonfercab tidak nampak ke permukaan, baik dikalangan NU Subang apalagi di masyarakat luas.

Konfrensi Cabang NU Subang sejatinya merupakan agenda organisasi 5 (lima) tahunan yang didalamnya memuat beberapa agenda penting yang memuat pembahasan permasalahan baik masalah keagamaan, sosial kemasyarakan, kemanusiaan, bahkan kebangsaan dan kenegaraan yang akan menjadi bahan rekomendasi untuk program kepengurusan periode selanjutnya. Selain tentu inti dari Konfercab tersebut adalah memilih Rois Syuriah serta Ketua Tanfidziyah NU Subang periode 2018-2023.

Biasanya Konfercab NU diawali dengan rangkaian kegiatan menyambut agenda organisasi 5 (lima) tahunan hingga pada puncak pelaksanaan Konfercab NU Subang dilaksanakan. Kenapa rangkaian prakonfercab ini penting untuk dilakukan ? karena dengan begitu semarak organisasi dan ghirah jamaah serta jam’iyyah NU akan semakin menggelora serta sebagai sarana publikasi kepada jamaah NU serta masyarakat luas bahwa PC NU Kabupaten Subang akan melaksanakan Konferensi Cabang IX, sehingga menambah motivasi untuk pengurus kedepannnya. Selain itu Prakonfercab juga dirancang sebagai sarana untuk membaca dinamika dan perkembangan jamaah serta masyarakat luas di Kabupaten Subang secara komprehensif, serta perkembangan daerah untuk 5 (lima) tahun ke depan

Selain itu, pelaksanaan Konfercab yang tidak terpublikasi secara massiv dihawatirkan akan memunculkan dugaan lain, misalnya; adanya agenda kepentingan politik terkait tahun 2019 mendatang. Terlebih NU ini adalah organisasi besar dengan jumlah jamaah yang mayoritas serta jam’iyyah yang strukturisasinya sampai kepada tingkatan Pengurus Ranting di desa dan kelurahan. Dalam hal ini, dirinya bukan menduga ada agenda  susupan melainkan mewanti-wanti kepada para Pengurus Cabang NU Subang yang memiliki hajat, sekaligus para panitia yang melaksanakan agenda organisasi agara lebih hati-hati.

Menyangkut agenda pokok dari Konfercab tersebut adalah memilih Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah yang menjadi pemimpin sekaligus motor organisasi dalam mengimplementasikan program kerja selama 5 (tahun) kedepan, Ahmad Baedhowie sebagai kaum muda NU Subang sekaligus mantan ketua PC. PMII Subang menginginkan pemimpin NU Subang Periode 2018-2023 adalah pemimpin yang mampu mendistribusakan segala kepentingan ummat, baik dibidang keagamaan, ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, dan lain sebagainya sehingga NU Subang bukan hanya milik elit pengurus melainkan milik umat.

Dari pemimpin seperti inilah pengkhidmatan keummatan ala NU bukan wacana semata, melainkan kerja nyata dari sebuah kerja-kerja sosial organisasi yang akan dirasakan ummat dan jamaah NU khususnya. Karena sejatinya periodesasi kepemimpinan NU bukan sebatas regenerasi semata, melainkan pembangunan komitmen atas khittah NU serta komitmen aplikatif yang berpegang teguh pada jam’iyyah, pungkasnya.

Ahmad Baedhowie, Aktivis Subang

Ikuti Lintasan Berita via socmed:
FB: REDAKSI TINTAHIJAU
Twitter: @TINTAHIJAUcom
Instagram: @TINTAHIJAUcom
Line: @TINTAHIJAU