[Opini] Menuju Subang Lebih Baik

Hari ini, Rabu 19 Desember 2018 akan menjadi momentum bersejarah bagi warga Subang, karena akan mempunyai pemimpin baru, H.Ruhimat dan Agus Masykur akan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati untuk 5 tahun ke depan. Ekspektasi warga Subang sangat besar terhadap pemimpin baru ini, karena mereka sudah bosan bahkan malu dengan perilaku pemimpin sebelumnya.

Salah satu ekspektasi itu diantaranya adalah mengubah persepsi publik terhadap Kabupaten Subang. Identik dengan korupsi, sikap koruptif pemimpinya, berturut-turut jatuh pada lubang yang sama bahkan kejadiannya sampai ketingkat dinas. Pemimpin baru harus mampu move on dan mengajak birokrasi untuk move on dari kebiasaan lama ke budaya baru, hilangkan sikap dan perilaku koruptif.

Hal kedua yang harus juga diperhatikan adalah masalah defisit anggaran, berita tentang hal ini beberapa bulan bahkan tahun-tahun sebelumnya tersiar dan menjadi bahan perbincangan publik. Pemimpin baru harus mampu mengingkatkan pendapatan daerah dengan berbagai cara, menggali potensi dan sumberdaya alam bahkan mengembangkan sumberdaya manusia. Selain itu, mampu mengontrol dan mengefesiensi penggunaan anggaran, sehingga tepat sasaran dan efektif.

Selanjutnya adalah lemahnya pengawasan terhadap eksekutif oleh anggota dewan, fungsi pengawasan dari anggota dewan tidak maksimal. Salah satu buktinya adalah terjebaknya eksekutif yang berujung didalam jeruji besi. Selain pengawasan, anggota dewan secara kolektif kolegial harus mampu membuat peraturan daerah atau sistem untuk mencegah tindak pidananya korupsi yang sudah akut ini.

Stagnasi pembangunan juga terlihat di Subang, terutama sarana publik untuk meningkatkan wawasan, bisnis dan kebahagiaan, misalnya pusat kreativtas pemuda, mall, bioskop dan lainnya. Mengingat pasca adanya tol Cipali, Subang menjadi tempat persinggahan sementara, bahkan menjadi lokasi strategis untuk berinvestasi, dekat dengan bandara internasional Kertajati, terlebih sekarang sedang dibangun proyek nasional pelabuhan Patimban.

Beberapa pekerjaan rumah tersebut menjadi hal yang harus dipertimbangkan oleh bupati terpilih, sehingga menjadi bahan untuk membuat gebrakan baru dalam langkah kerja-kerja nyata sebagai pemimpin baru. Selain kerja nyata, perlu jua langkah konkrit atasi permasalahan hingga ke akar-akarnya, transparansi kepada publik juga diperlukan, agar ada fungsi kontrol dari publik.

Terakhir, pemimpin baru harus mampu bersikap tegas, berani dan adil. Tegas menegakkan hukum dan kebenaran. Berani bertahan dalam kebenaran dan melawan segala bentuk godaan yang menjerumuskan. Adil dalam mengambil keputusan untuk semua kalangan, tidak membeda-bedakan dan merangkul semua golongan.

Menjelang tahun baru, selamat bekerja wahai pemimpin baru, semoga mampu membawa Subang lebih baik lagi menuju arah baru Subang Jawara.

 

Edi Mardiana, S.Pt, Ketua Lembaga Pembinaan Intelektual Muda



FOLLOW SOCMED:
FB & IG TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Remisi Kemerdekaan, Puluhan Napi di Subang Hirup Udara Bebas https://t.co/5LPilaLKer
[OPINI] Refleksi Kemerdekaan, Melepas Ketergantungan Dari Jeratan Bank Keliling https://t.co/eew7j0Oq4S
Shelsi dan Syakira, Dua Mojang Cantik Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Majalengka https://t.co/q2svcGFcKh
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page