FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Remaja di Persimpangan Arus Informasi Global

Serbuan informasi terutama yang bersumber dari media sosial menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. Beragam informasi yang diterima melalui media daring tersebut cenderung lebih mudah diterima dan mempengaruhi kehidupan generasi muda dibandingkan dengan masukan atau nasihat yang diberikan orangtua mereka.

Padahal, tidak semua informasi yang mereka dapatkan tersebut benar adanya dan memberikan manfaat sehingga diperlukan upaya tertentu untuk memilahnya. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan diskusi terpumpun dengan tema “Pemuda You Are The Next Leader, Tunjukkan Ide Hebatmu, SWOT Analisis Pemuda Millenials” yang diselenggarakan di kota Bandung beberapa waktu lalu.

OPINI TERKAIT:
Antara Prestasi, Apresiasi dan Kriminalisasi
Refleksi Tahun Baru Menuju Pribadi Yang Lebih Baik
Langkah Strategis Menyandingkan Pendidikan dan Kebudayaan
[Opini] Menuju Subang Lebih Baik

Dalam pandangan penulis, acara diskusi yang digelar oleh KNPI dan Karang Taruna Jawa Barat tersebut memang relevan dengan kondisi saat ini. Kenyataan menunjukkan, kasus ujaran kebencian serta beredarnya berita bohong (hoaks) kian tak terbendung, terlebih di tahun politik seperti saat ini.

Ketidakdewasaan serta ketidakmampuan para remaja dalam mencerna informasi yang mereka terima mengakibatkan media sosial mengalami pergeseran fungsi. Media yang sejatinya dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturrahmi tersebut justru tak jarang dijadikan ajang untuk saling mencaci dan menghujat pihak lainnya. Tak heran apabila konflik vertikal dan horizontal dalam kehidupan sehari -hari pun kian tak terhindarkan.

Kenyataan menunjukkan, tidak sedikit para tokoh bangsa yang menjadi korban “keganasan”  remaja yang juga dikenal dengan generasi digital (digital natives) ini. Mulai dari presiden hingga kepala daerah tak luput dari hujatan maupun cacian yang dialamatkan kepada mereka.

Berbagai pesan bergambar (meme) yang bernada sindiran halus maupun kasar seakan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan media daring yang biasa diakses oleh jutaan orang tersebut. Nilai – nilai persatuan yang dahulu diperjuangkan oleh para pahlawan kita pun pada akhirnya menjadi luntur oleh perbuatan – perbuatan yang bertentangan dengan norma agama maupun norma hukum tersebut.

Adapun guru sebagai pihak yang diharapkan mampu memberikan arahan kepada anak didiknya justru tak jarang memberikan contoh yang sebaliknya. Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN), kalangan guru menjadi salah satu pihak yang paling banyak dilaporkan oleh masyarakat terkait kasus ujaran kebencian serta penyebaran berita bohong (hoaks).

Hal tersebut antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan (sebagian) guru dalam mengontrol emosinya serta mencerna setiap informasi yang datang. Alih – alih berusaha untuk memberikan keteduhan dan ketenangan, para oknum guru tersebut justru kian memperkeruh suasana dan diikuti oleh anak didiknya.

Agar remaja kita lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang mereka terima, diperlukan kerjasama yang baik antara pihak sekolah serta insan media dalam memberikan edukasi kepada para remaja tentang pentingnya memberikan informasi yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat. Menjadikan remaja sebagai subjek media merupakan salah satu cara untuk menjadikan mereka lebih berdaya guna dalam menjalani kehidupan dimana industri media tengah berkembang dengan pesatnya.

Dalam hal ini pelatihan jurnalistik yang biasa digelar oleh insan – insan pers di sekolah – sekolah dapat menjadi sarana strategis bagi para remaja untuk mampu memproduksi konten – konten yang bermanfaat sekaligus menyampaikan opini atau pendapat secara (lebih) beradab.

Ramdan Hamdani, S.Pd, Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bubur Alpukat Sebagai Makanan Pengganti ASI https://t.co/Ylk7RzkXMA
Kenali 4 Penyebab Janin Tidak Berkembang Secara Normal https://t.co/ZiAS2tj6ax
Guru SLBN Subang Adistiana Juara 1 Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Tingkat Nasional https://t.co/P6xNhhsINL
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page