[OPINI] Enam Adab Menyambut Puasa Ramadan

Semoga Allah SWT mempertemukan kita pada bulan Ramadhan, dalam hitungan hari Puasa Ramadhan akan segera tiba, apabila melihat penandaan Almenak tahun 2019 Masehi, puasa Ramadhan jatuh pada hari Senin tanggal 6 bulan Mei 2019.

Ummat Islam di Dunia mengawali puasa Ramadhan 1440H, panggilan berpuasa telah dikumandangkan Allah dalam al-Qur’an tepatnya pada surat Al-Baqoroh ayat 183 yang artinga “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”.

Kehusussan seruan Allah terhadap orang beriman menandakan betapa istimewanya ibadah Puasa Ramadhan, sehingga pada ayat tersebut buah dari puasa ramadhan adalah ketakwaan kepada Allah SWT, ada banyak pelajaran dan hikamah yang di jelaskan oleh para ulama terhadap ketakwaan kepada Allah, karena dengan takwa manusia dipastikan akan mendapatkan kebahagiaan didunia dan diakhirat, bahkan karena pentingnya takwa, pada setiap shalat jum’at khatib selalu menyeru jamaah dengan wasiat takwa, dan ini menjadi syarat rukun dari khutbah Jum’at.

Sebagai ibadah yang diberi kehusussan oleh Allah SWT, Iman Al-Ghazali menuliskan dalam sebuah risalahnya yang berjudul al-adab fid Din tentang adab berpuasa, menurut Al-Ghazali terdapt enam adab yang harus dilakukan oleh setiap mukmin dalam menjalankan puasa khusunya puasa Ramadhan yaitu;  mengkonsumsi makanan yang baik, menghindari perselisihan, menjauhi gibah (menggunjing orang lian), menolak dusta, tidak menyakiti orang lain dan menjaga anggota badan dari segala perbuatan buruk.

Keenam adab tersebut apabila kita uraikan adalah:

Pertama, adab mengonsumsi makanan yang baik.

Makanan merupakan media bagi manusia untuk mengarungi kehidupannya selama di Dunia, dengan makanan manusia dapat melaksanakan berbagai aktifitas yang diserukan Allah SWT, diantaranya adalah bekerja dan berusaha, beribadah dan lain sebagainya. Berkaitan dengan bulan Ramadhan kondisi fisik orang yang berpuasa bergantung pada asupan di waktu Sahur, apabila asupannya baik maka dipastikan ibadah puasanya akan baik dan apabila asupannya buruk maka dipastikan ibadah puasanya berhenti di tengah jalan.

Terdapat banyak tuntunan untuk memilih asupan yang terbaik dalam ibadah puasa, mulai dari memperbanyak sayuran, lauk pauk dan sampai pada katagori empat sehat lima sempurna, apalagi bagi anak-anak yang kondisi lagi berlajar berpuasa pilihan asupan menjadi menu andalan dan penyemangat dalam ibadah puasa.

Selain itu, tuntunan Islam dalam masalah asupan di bulan Ramadhan selalu tersajinya buah Kurma, buah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ketika kita berbuka puasa atau hal yang manis-manis dalam berbuka puasa. Oleh karena itu pilihan makanan yang baik tentu akan menyelamatkan Ibadah puasa selama satu bulan ini.

Kedua, adab berpuasa dengan menghindari perselisihan.

Perselisihan yang dimaksud adalah pertengkaran kecil yang kapan pun dan dimana pun bisa terjadi entah itu pada bulan Ramadhan atau lainnya, sehingga orang yang berpuasa harus dapat mampu menghindari berbagai perselisihan baik yang kecil maupun yang besar, kesadaran untuk menjaga perselisihan sama halnya dengan kesadaran kita dalam menjaga emosi yang setiap waktu bisa meledak-ledak, dengan puasa kondisi tersebut harus dapat di kendalikan dan dapat dihindari, dan apabila terdapat orang yang memancing kita untuk berselisih maka cukup katakana pada mereka bahwa aku sedang berpuasa “inni soimun” (aku sedang berpuasa).

Ketiga, adab berpuasa dengan menjauhi ghibah/menggunjing orang lain.

Kegiatan menggunjing orang lain merupakan kegiatan yang sangat buruk bahkan Rasulullah katakana kegiatan tersebut layaknya memakan daging saudaranya.

Keempat, adab berpuasa dengan menolak dusta.

Dusta dalam bahasa arab dikenal dengan al-Kidb, kata ini tergolong pada ciri orang yang munafik (apabila berbicara maka berdusta (al-hadits)), pada waktu kita berpuasa kita harus mampu menolak dusta, karena Ibadah puasa merupakan Ibadah yang tersembunyi (sirri) dan yang mengetahui hanyalah Allah dan orang yang sedang berpuasa itu tidak ada orang lain.

Kelima, adab berpuasa dengan tidak menyakiti orang lain.

Artinya menahan diri dari berbagai hal yang dapat menyakiti secara fisik dan fisikis, karena ibadah pusa merupakan ibadah yang memberikan pelajaran pada kita untuk selalu menahan nafsu, tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja. Dan apabila hanya dapat mengendalikan lapar dan dahaga saja tanpa mengendalikan nafsu maka puasanya tergolong sia-sia.

Dan Keenam, adab berpuasa dengan menjaga anggota badan dari segala macam perbuatan buruk.

Kondisi ini harus dibuktikan dengan mengendalikan anggota tubuhkita mulai dari mata, telinga, mulut, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh harus dapat terhindar dari perbuatan yang buruk. Berbagai kondisi yang merangsang pada kita dalam berbuat yang buruk harus dapat dihindari dank arena itu apabila kegiatan yang buruk dilakukan maka Allah akan melipatgandakan dosa dan sebaliknya apabila kita dapat menghindarinya maka Allah akan melipat gandakan pahala.

Keenam adab ini tentu menjadi pengingat kita dalam mempersiapkan diri untuk memasuki bulan suci Ramadhan tahun 1440 H, semoga Allah SWT selalu melindungi serta memberikan kekuatan pada kita dalam menjalani Ibadah Puasa yang akan datang. Selamat menjalankan Ibadan Puasa. Wallahu’alam.

Oleh: E. Mulya Syamsul, Penulis adalah Dosen FAI Universitas Majalengka

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel

 


Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Catat! Pendaftaran Taruna Baru SMKN 2 Subang Gratis! https://t.co/e6aAN25vxd
Dini Fitriyah, Alumni Univ Majalengka yang Suskes Lewat Brand Mouza https://t.co/Lrenl93CRr
Ertiga Tabrak Truk, Dua Warga Cilacap Tewas di Tol Cipali Subang https://t.co/LkHMpRhKwG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page