FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

[OPINI] Menyoal Kesejahteraan Operator Sekolah

Operator sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pendataan pendidikan dasar atau yang dikenal dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Berbagai kebijakan pendidikan seperti penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunjangan guru serta bantuan bagi siswa tidak mampu didasarkan pada data yang telah diinput oleh operator sekolah.

Oleh karena itu, kepala sekolah diharapkan memberikan pehatian penuh kepada mereka dengan menyediakan kelengkapan data yang dibutuhkan.  Selain itu sekolah pun diharapkan aktif dalam menyediakan sarana pendukung maupun kebutuhan logistik yang dibutuhkan selama proses input data.

Namun demikian, tidak sedikit dari operator sekolah yang mengalami nasib kurang beruntung. Besarnya jasa mereka dalam menyukseskan program pemerintah maupun sekolah ternyata tidak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka peroleh.

Kenyataan di lapangan, masih banyak operator sekolah kita yang harus “kerja rodi” dengan “upah” seadanya. Padahal pengorbanan mereka sungguh luar biasa. Setiap hari mereka harus pulang terlambat ke rumah karenan banyaknya tugas yang dikerjakan. Bahkan di beberapa sekolah penulis masih menemukan operator sekolah yang harus rela begadang di kantor karena dikejar setoran.

Dibandingkan dengan guru, nasib operator sekolah memang sangat memprihatinkan. Disaat guru “diguyur” dengan berbagai tunjangan seperti tunjangan profesi, honor daerah, tunjangan inpassing dan sebagainya, operator sekolah hanya bisa gigit jari. Bahkan operatorlah yang paling sibuk menyiapkan persyaratan untuk guru-guru yang akan mencairkan tunjangan.

Mulai dari menyiapkan berbagai SK sampai dengan melakukan update data online yang sebenarnya merupakan tugas guru. Masih beruntung jika ada guru yang mengingat jasa-jasa mereka dengan menyisihkan sebahagian rezekinya saat tunjangan tersebut cair. Namun tidak sedikit juga yang berlagak lupa seakan operator sekolah tidak pernah membantunya.

Untuk menghindari kesenjangan lebih lanjut, pemerintah diharapkan lebih memperhatikan kesejahteraan operator sekolah dengan cara mengeluarkan kebijakan yang melindungi profesi mereka. Program sertifikasi hendaknya tidak hanya diberlakukan bagi tenaga pendidik saja namun juga tenaga kependidikan. Hal ini dikarenakan sebagai salah satu komponen yang turut berperan penting dalam menyukseskan program pemerintah, tenaga kependidikan terutama yang bertugas sebagai operator sekolah juga memiliki hak untuk meningkatkan kompetensi serta kesejahteraannya.

Adapun bagi pihak sekolah terutama yang bernaung dibawah yayasan hendaknya menyediakan tunjangan khusus bagi tenaga kependidikan yang bertugas sebagai operator sekolah. Disaat pemerintah belum mampu untuk “menghidupi” mereka, uang tambahan yang diterima akan sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Dengan memberikan perhatian khusus kepada operator sekolah, kita berharap tidak ada lagi kesenjangan (sosial dan ekonomi) antara pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan begitu keadilan sosial bagi seluruh “penghuni” sekolah pun dapat terwujud.

Ramdhan Hamdani, Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Tekan Ledakan Penduduk, Pemkab Subang Kampanye Penggunaan Kontrasepsi https://t.co/uv3EwDLj53
Polres Subang Amankan 14 Orang dengan Barang Bukti 245 Gram Narkoba https://t.co/H2Pma6Ukrl
Hari Santri Nasional, GGM Majalengka Dipenuhii Ribuan Santri https://t.co/mfOPAhQZDq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page