FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sang Designer...

 

Kurang lebih sebulan lamanya gaun ini dibuat. Penuh ketelitian, penuh detail, penuh kesungguhan…penuh harapan. Dengan semangat, ibu menggunting sehelai kain sutra dan kain-kain lainnya, membaginya menjadi beberapa bagian. Setiap senti dan millimeter dihitungnya sesuai bentuk tubuhku. Satu persatu potongan mulai digabungnya,hingga membentuk sebuah gaun. Payet-payet mulai tersusun satu demi satu, berkilauan dibawah lampu tengah malam. Ternyata ibu pun menaburkan batuan Kristal diantaranya.

Yang ku tahu, itu pakaian termahal yang pernah ibu buat selama hidupnya. Ya, karena ibu hanya seorang penjahit biasa. Bukan desainer ternama sepertiku, yang hampir menaklukan dunia dengan rancangan busana ku, bukan.

Kini yang tampak bukan hanya sehelai kain biasa berwarna putih, tapi gaun pernikahan terindah bertabur Kristal.

“Hhhmm…… Bu, hari ini aku menikah, seperti keinginanmu; dengan pria terbaik, juga gaun terbaik buatan mu. Sebelum aku sah sebagai seorang istri, aku ingin meminta maaf pada mu. Maaf selama ini aku terlalu mementingkan karier dan cita-citaku sebagai desainer dunia, hingga aku tak sempat menghiraukan sebuah impian seorang penjahit terbaik yang senantiasa membantu semua perwujudan cita-cita itu. Impian seorang ibu untuk melihat anak gadisnya menikah diusia 25 tahun.”

5 tahun harapan itu berlalu begitu saja...

“Hari ini, harusnya ibu ada disampingku. Seperti desainer dan modelnya yang bangga mempersembahkan karyanya di depan publik dengan puluhan kamera yang mengabadikan hari terbaikmu. Tapi, kejadian itu semakin membuat penyesalanku menggunung.”

1 minggu setelah ibu menyelesaikan gaun ini, ibu pergi, selamanya... Tepat 1 hari setelah ulang tahunku yang ke 25.

5 tahun setelah itu, hingga detik ini, tak ada 1 pun rancangan yang ku buat. Aku menyesal. Niat ku untuk mewujudkan mimpimu yang terdahulu, ternyata melenyapkan impian mu yang teramat besar.

Terima kasih bu… Kau telah mengantarkanku pada sebuah mimpi terbesarku, seorang desainer dunia. Dan gaun ini, selamanya akan menjadi saksi betapa berharganya tanganmu untuk masa depanku.

Hanya gaun ini yang akan kupakai di hari bahagiaku. Tak ada yang lain, bu…

Biodata Penulis:
Sally Aryanti G, lahir di Bandung pada 16 Agustus 1991. Tuntas di SMA 3 Subang, ia memilih untuk dagang Brownies Bakar & Kukus aneka rasa, Amerta Cake. Karya sastranya bisa dilihat di blog pribadinya http://kakilangitesage.blogspot.com twitter: @Miss_esage


Banner Kanan 1
Banner Kanan 4
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Jelang Natura, Menteri Perhubungan Cek Tol Cipali Subang https://t.co/VOf6H5G54K
Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Pantura Subang Naik https://t.co/Xq591n9QdH
350 Olahan Kolang Kaling Majalengka Cetak Rekor Dunia https://t.co/ENZvrCWqHt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page