TINTAHIJAU.com | Dari Subang untuk Dunia

Sabtu, 19 April 2014
Follow us on:
Previous Selanjutnya
Ratusan Massa PP Geruduk Gedung KPU Subang Ratusan Massa PP Geruduk Gedung KPU Subang TINJAU SUBANG- Ratusan massa Pemuda Pancasila (PP) Subang me...
Inilah Dugaan Korupsi yang Terjadi di Subang Inilah Dugaan Korupsi yang Terjadi di Subang TINJAU SUBANG- Puluhan Anggota LSM Barisan Aktifis Nasionali...
Libur Panjang Datang, Kemacetan Mengular di Pantura Subang Libur Panjang Datang, Kemacetan Mengular di Pantura Subang TINJAU SUBANG- Libur panjang kembali datang. Sejumlah ruas d...
Dua Pasangan Mahasiswa Tertangkap Basah sedang Mesum Dua Pasangan Mahasiswa Tertangkap Basah sedang Mesum TINJAU LAMPUNG- Dua pasang mahasiswa-mahasiswi dipergoki ole...
Caleg NasDem Subang Bebas dari Jeratan Pidana Pemilu Caleg NasDem Subang Bebas dari Jeratan Pidana Pemilu TINJAU SUBANG- Panwaslu Subang menyatakan kasus dugaan money...
Wafat Isa Al-Masih, Gereja di Subang Dijaga Polisi Wafat Isa Al-Masih, Gereja di Subang Dijaga Polisi TINJAU SUBANG- Jajaran kepolisian diturunkan guna pengamanan...

Balapan Liar di Subang Telan 2 Korban Tewas

TINJAU SUBANG- Aksi balapan liar di wilayah Subang Kota berujung maut. Dua anak baru gede (ABG) tewas seketika saat tancap gas di jalan Dewi Sartika, atau depan Masjid Agung, Subang, Selasa (26/3/2013) dini hari tadi.

Selain menewaskan dua remaja, dua orang lainnya mengalami luka serius. Data dari pihak Polres, korban meninggal atas nama Wildan Ulul Fahri (18) pelajar, Jl. Apel No. 6 Rt. 01/22, Keluarahan karanganyar dan Indra Gunawan, (18) Sidodadi, Rt. 33/11 Pasirkareumbi, Subang.

Sementara korban luka, atas nama Nano (18) warga Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak dan Resan (18) warga Kampung Cikahuripan, Desa Bantarsari, Subang. Akibat peristiwa itu juga mengakibatkan sebuah sepeda motor mengalami rusak parah yang ditaksir mengakibat kerugian sekitar Rp3 juta.

"Korban dirujuk ke RS PTPN dan RSUD Ciereng. Selain itu, sebuah sepeda motor rusak, kerugian ditaksir 3 juta," kata Kasat Lantas Polres Subang, AKP  Ricko Abdillah kepada TINTAHIJAU.com, Selasa (26/3/2013).

Ricko menjelaskan peristiwa itu bermula saat anggotanya sedang melakukan patroli rutin di jalanan protokol Subang Kota. Saat melintas di jalur yang digunakan untuk aksi balap liar, puluhan pemotor sedang beraksi.

Karuan saja, melihat mobil patroli, mereka langsung membubarkan diri dengan kondisi panik. Pada saat itulah peristiwa maut itu terjadi. "Kita menghimbau untuk tidak lagi ada aksi balapan liar. Dan di lokasi kejadian, kita akan pasang spanduk yang isinya di sana pernah terjadi balap liar dan memakan korban," pungkasnya. [annas nashrullah]