FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Usai Disiksa, TKW asal Subang Dipulangkan Tanpa Gaji

TINJAU SUBANG- Nasib nahas kembali dialami seorang TKW asal Kabupaten Subang. Rokayah binti Madamin, TKW yang bekerja di Oman selama tiga tahun, dipulangkan oleh majikannya dengan tubuh penuh luka dan tanpa gaji.


Kisah duka TKW ini menjadi kado Kemerdekaan bagi keluarga Rokayah (30) di Desa Kalentambo RT 12/03 Kecamatan Pusakanagara. Tepat tanggal 17 Agustus kemarin, Rokayah pulang ke tanah air dengan kondisi tubuh mengenaskan.

"Tubuhnya distrika dan dibenturkan ke dinding. Tangannya patah karena dipelintir majikan. Dia sempat pingsan dan baru sadar setelah di Rumah Sakit. Setelah itu dia dipulangkan, sampai tanah air pas tanggal 17 Agustus kemarin," kata kerabat Rokayah, Durkapin kepada TINTAHIJAU.com, Rabu (20/8/2014).

Rokayah dibawa ke Rumah Sakit oleh majikannya. Kata Durkapin, upaya itu dilakukan majikan karena khawatir Rokayah meninggal akibat penyiksaan. Selepas dari rumah sakit, majikan mengantarkan korban ke bandara untuk diterbangkan ke Indonesia. "Saat itu majikan minta Rokayah bersikap biasa saja, kalau ada yang nanya, suruh jawab jatuh dari gedung," tutur Dirkapin

Rokayah, menjadi TKW di Oman sejak 2011 lalu. Seperti lainnya, keputusan bekerja di luar negeri, karena keinginan untuk hidup lebih baik.  Sejak 2011, Rokayahpun terbang ke Oman sebagai TKW. Dua tahun bekerja, tidak ada masalah. Perlakuan majikan tidak ada ada yang aneh,
demikian halnya hak yang diteirmanya semuanya lancar.

Memasuki tahun ketiga, masalah baru muncul. Rokayah selalu diposisikan salah. Untuk menyiksa Rokayah, majikan tidak perlu mencari kesalahan.
"Majikan saya stress, saya engga melakukan apapun saya disiksa, rambut saya dijambak trus kepala saya dibenturkan ke dinding sampai keluar
darah dari hidung," kata Rokayah.

Perlakuan kasar majikan menjadi menu sehari-hari yang harus diteirma Rokayah. Puncaknya terjadi beberapa hari lalu. Strika yang ada ditangannya, diambil majikan dan menempelkan ke bagian tubuhnya hingga mengalami luka bakar. "Waktu itu saya sedang nytrika baju, entah kenapa majikan marah-marah dan menempelkan setrikaan panas ke pungung dan pinggul saya, tangan saya diplintir sampai patah," katanya lirih.

Kini, Rokayah terbaring tak berdaya di kediamannya di daerah Pusakajaya. Bagian tubuhnya mengalami luka bakar dan patah tulang. Durkapin, kakak Rokayah mengatakan, sesuai rencana sore ini adiknya segera diterbangkan ke RS Polri di Jakarta untuk penanganan medis.

Selain pengobatan, Durkapin berharap, pemerintah secepatnya menyelesaikan hak-hak Rokayah yang belum dibayarkan. Durkapin meirnci, dari setahun Rokayah bekerja, 8 bulan belum digaji, dan empat bulan lainnya baru dicairkan 50 real dari 75 real gaji yang diterimanya.

"Delapan bulan gaji belum dibayar, sedangkan yang 4 bulannya belum semua. Saya berharap pemerintah bisa membantu sehingga hak-hak Rokayah
dibayar semua," kata Durkapin. [annas nashrullah]

 

foto: Ny. Rokayah, TKW malang yang disiksa majikannya di Oman terbaring tak berdaya di kediamannya di di Desa Kalentambo RT 12/03 Kecamatan Pusakanagara

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini