FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Berkah di Balik Pandemik, Jilbab Corona Laku Keras



Jilbab corona belakangan marak ditawarkan oleh pedagang daring. Dijuluki demikian karena jilbabnya populer pada masa semua orang diwajibkan memakai masker kain untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona tipe baru di Indonesia.

Hijaber pun berbondong-bondong membeli jilbab corona. Padahal, sebenarnya yang dimaksud jilbab corona tak lain ialah jilbab nikab instan.

"Permintaan meningkat untuk jilbab model ini bahkan pembeli baru pun juga banyak, selain dari yang sudah menjadi langganan,” ujar produsen jilbab nikab instan, Rifki Rabbi Radliya, saat dihubungi awak media.

BACA JUGA:
CATATAN: Corona, Ramadan dan Mudik Lebaran
Imbas Corona, Sebanyak 4.500 Orang di Majalengka Siap Dapatkan Kartu Pekerja
Geger Lagu Corona Ciptaan Bimbo 30 Tahun Lalu, Ini Fakta Sebenarnya


Menurut Rifki, jilbab nikab instan ini sejatinya sudah ada sejak lama. Namun, sejak wabah penyakit akibat infeksi virus corona, Covid-19, dinyatakan masuk ke Indonesia dan masyarakat diwajibkan memakai masker, jilbab ini mengalami sedikit modifikasi.

"Jadi, ada tambahan atau cadar yang sudah dijahit sepaket dengan jilbab. Cadar yang sebelumnya dijual terpisah kini jadi satu dengan jilbabnya," ungkap Rifki.

Menurut Rifki, jilbab instan semakin banyak diproduksi semenjak meluasnya penyebaran Covid-19. Cadar pada jilbab corona menjadi alternatif pengganti masker bedah yang sekarang susah dicari dan menjadi "masker" bagi hijaber.

Secara umum, Rifki mendapati penjualan jilbab sepanjang wabah corona ini sangat menurun jauh. Biasanya, menjelang puasa seperti ini pasar sedang ramai-ramainya. Namun, akibat dari wabah corona ini, hanya jilbab corona yang laku di pasaran.

“Sebelumnya kami belum pernah produksi kerudung seperti itu. Jadi, kalau lagi gini ya alhamdulilah saja bisa memghabiskan stok kain yang harusnya bisa habis tiap pekan,” ujar Rifki.

Jilbab nikab instan produksi pabrik Rifki hanya dibuat di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Biasanya, produknya dikirim ke pusat toko yang hanya ada di Thamrin City (Jakarta) dan Pasar Tegal Gubug, Cirebon, Jawa Barat.

Wabah ini juga sangat berpengaruh bagi pengusaha jilbab lainnya di Cicalengka dalam jumlah penjualannya. Mereka juga mengalami hal yang sama, hanya terbantu dari jilbab corona.



Jilbab nikab instan yang sudah diproduksi mencapai sekitar 20-30 kodi karena keterbatasan pekerja dan pengerjaannya lumayan rumit. Sistem pengirimannya juga untuk sementara ini dipaketkan lewat ekspedisi sesuai permintaan pelanggan.

Sementara itu, salah seorang penjual jilbab nikab instan, Fenti Sumanti, mengungkapkan, penjualan jilbab model ini memang meningkat. “Saya selama ini jual di Pasar Tanah Abang, Pasar Tasik Cideng, dan juga lewat online,” kata dia saat dihubungi wartawan.

Namun, karena sedang ada wabah penyakit, Fenti sudah menutup lapaknya sejak pekan lalu dan hanya menjual jilbab jenis ini melalui online di akun Instagram miliknya, @Yulianhijab. Sejauh ini, jilbab yang sudah laku terjual mencapai sekitar 600 lembar.

Salah seorang pembeli jilbab corona, Nurhazar, mengaku nyaman menggunakan jilbab yang viral tersebut. Sejak jilbab corona ramai di media sosial, ia pun segera ke pasar dekat rumahnya untuk mencari jilbab model ini. Selain jilbab ini mudah dipakai, ia juga menjadikannya sebagai pengganti masker sebab sulit didapat.

“Saya beli dengan harga Rp 80 ribu. Saya lihat ibu saya pakai model jilbab ini, lalu lihat di medsos. Jadi, saya tanya ibu saya beli di mana. Akhirnya saya ikut membeli,” kata dia kepada wartawan.

Menggunakan jilbab corona sebagai pengganti masker, Nurhazar menyelipkan dua lembar tisu di bagian "masker" atau cadar kerudung itu. Sesudah pemakaian, ia langsung mencucinya.

Nurhazar membeli tiga lembar jilbab corona untuk dipakai bergantian. Ia mengaku tetangganya pun sudah ramai memperbincangkan jilbab corona tersebut.

Sumber: Republika.co.id | Foto: Yulian Hijab

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Akhir Pekan, DPRD Subang Panggil 20 OPD Bahas Raperda APBD Perubahan https://t.co/UIOwnZCct8
Komunitas Kracker Supermoto Subang Galang Dana untuk Sukabumi https://t.co/DHNFY5CTuZ
Besok, Sebagian Daerah Subang Kota Mati Lampu. Cek Lokasinya di Sini https://t.co/qetlFfseSd
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter