FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Imbas Corona, Pendapatan Supir Angkot di Majalengka Menurun Drastis

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com -  Mewabahnya corona berdampak serius pada pendapatan supir angkkot di Kabupaten Majalengka. Mereka mengeluhkan pendapatannya turun drastis

Banyaknya warga yang dianjurkan berada di rumah selama mewabahnya virus tersebut oleh pemerintah, membuat penumpang angkot berbagai jurusan sepi penumpang. Ini belum ketika PSBB diberlakukan pada 6 Mei mendatang

Seorang supir Angkot trayek Jatiwangi-Cigasong Daswa mengaku, selama pandemic corona, pemasukan dari usaha yang digelutinya sejak puluhan tahun lalu itu merosot tajam. "Turun banget. Setelah ada Corona, warga banyak milih di rumah. Imbasnya ya sepi," kata Daswa kepada TINTAHIJAU.com

BERITA LAINNYA:

Komunitas Ringan Bareng Subang Bantu Tukang Becak dan Supir Angkot

Dampak Corona Penghasilan Supir Angkot dan Becak di Subang Anjlok

Dampak Corona, 1,6 Miliar Pekerja Informal Terancam Kehilangan Pekerjaan



Padahal, sebelum pandemic corona, penghasilan yang bisa dibawa ke rumah cukup lumayan untuk menghidupi keluarganya. Namun setelah corona, kata Daswa, jangankan untuk ke rumah, buat setoran dan beli BBM saja tidak mencukupi

"Dulu sebelum adanya Corona juga pendapatan sih Alhamdulillah lumayan dan penumpang juga kadang penuh, sekarang ada virus ini sekolah diliburin, penumpang juga terbatas ah gak tau pokoknya," Keluh Daswa.

VIDEO PILIHAN:
Nestapa Supir Angkot Kalijati di Tengah Pandemik Corona
Kata Mang Becak Soal Corona, Lebih Takut Keluarga Gak Makan
Keluar Masuk Kampung, TNI Dor to Dor Rumah Warga untuk Berbagi Sembako

Daswa berharap virus Corona ini segera berlalu. Dengan demikian aktivitas usahanya itu bisa kembali normal. Demikian jga pendapatan yang biasa didapat setiap ahrinya untuk nafkah keluarga. "Semoga virus ini segera berlalu, agar penghasilan para supir normal kembali," kata Supir asal Andir Jatiwangi tersebut.

Di bagian lain, Ketua DPC Organisasi Angkatan Darat (Organda) Kabupaten Majalengk, Anung Nurjaman mengatakan, saat ini ada sekitar 70 persen dari 700 unit angkot tidak lagi beroperasi.

Adanya kebijakan pembatasan aktivitas warga di luar rumah untuk memutus penyebaran virus corona menjadi salah satu faktor di dalamnya. "Ada sih yang tetap jalan sekitar 30 persennya. Tapi ya begitu, sepi. Sebelum adanya wabah ini juga sudah sepi, ditambah begini ya sudah bagaimana ya," ujar Anung

Anung menyampaikan, sebagian besar yang kini masih beroperasi trayek Majalengka kota-Kadipaten. Melihat kondisi ini, pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah. "Kami ada rencana bersama DPC lainnya di Jawa Barat mengusulkan agar ada kebijakan yang diberikan kepada supir angkutan," katannya

 

Foot: ilutsrasi angkot di Majalengka (ist)


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Update Covid-19 di Majalengka: Tambah Satu Orang, Tiga Orang Dinyatakan Sembuh https://t.co/xo1bBpscvg
Siap-siap! 30 September Ada Pemadaman Listrik di Subang, Cek Lokasinya https://t.co/15RIuilMa1
Bupati Subang Usulkan Rp3 Juta Pertahun Juta untuk Ketua RT https://t.co/paPjn3E1OT
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter