FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sudah 90 Persen, Pelabuhan Patimban Soft Launching Bulan November

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Peluncuran awal (soft launching) Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang rencananya akan dilakukan awal November 2020. Progres pembangunan Tahap I pelabuhan hampir rampung atau mencapai lebih dari 90 persen.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan hal tersebut sesuai arahan Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia (RI) Budi Karya Sumadi. Proses pembangunan Pelabuhan Patimban relatif cepat karena banyak pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah pusat, daerah hingga kontraktor.

"Rencana soft launching ini mudah-mudahan bisa terlaksana (sesuai target)," kata dia dalam rapat bersama Menhub RI Budi Karya Sumadi melalui video conference dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (7/8).

BERITA LAINNYA:

Setelah Taiwan, Giliran Korea Kepincut Investasi di Subang

Pindah ke Subang, Pabrik Asal China Akan Tampung 8 Ribu Pekerja

Jawab Kebutuhan, BLK Subang Siapkan Ribuan Tenaga Kerja



Pemerintah Provinsi Jabar sudah terlibat dalam pembangunan Pelabuhan Patimban terutama terkait penetapan lokasi (penlok) sejak 2019 yang sudah selesai dilakukan, termasuk memastikan tidak banyak dinamika yang terjadi.

Ia menargetkan Patimban menjadi pelabuhan terbaik di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Selain itu, dirinya juga berharap Patimban bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, apalagi pelabuhan tersebut masuk ke dalam segitiga emas Jabar di masa depan, yakni Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka).

Untuk merealisasikannya, ia sudah melakukan pembicaraan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) terkait desain master plan kota baru Patimban. Dalam master plan tersebut, rencananya Pelabuhan Patimban akan dilengkapi sarana pendidikan kemaritiman.

"JICA sudah berjanji kepada kami untuk mendesain master plan kota baru Patimban. Kita berharap (ada) muntahan ekonomi, karena saya sedang menghitung multiplier effect dari Patimban," ucap dia.

"Untuk kegiatan pelabuhan ini akan sangat luar biasa, akan hadir ribuan pekerjaan, pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi turunan dari kegiatan (di pelabuhan), termasuk rencana kami ingin membangun politeknik kemaritiman," tambahnya.

Terkait politeknik kemaritiman, itu bertujuan mendorong pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) warga Kabupaten Subang maupun Jabar pada umumnya agar turut meningkatkan pengetahuan kemaritiman sehingga hadirnya Pelabuhan Patimban bisa membawa manfaat bagi warga.

Pemda Provinsi Jabar pun bekerja sama dengan pihak swasta dari Glasgow College of Maritime, Skotlandia, Inggris, untuk menghadirkan politeknik kemaritiman di Patimban.

"Itulah kenapa master plan Patimban di luar keteknisan pelabuhannya perlu segera kita imajinasikan, sehingga tata ruang, investasi, dan hal-hal seperti ini bisa kami kebut juga," ucap dia.

Sementara itu, Menhub RI Budi Karya Sumadi mengatakan dari sisi infrastruktur pendukung pelabuhan, akan ada jalan tol yang dibangun khusus menuju Pelabuhan Patimban. Sementara untuk akses warga, akan dibangun jalan khusus sehingga nantinya warga sekitar tidak akan menggunakan jalan yang sama dengan akses menuju pelabuhan.

"Secara umum ada jalan tol dan jalan yang akan dibuat, di mana ada jalan yang memang formal untuk pelabuhan. Tetapi untuk masyarakat kita akan membangun juga jalan supaya masyarakat tidak bergabung dengan jalan-jalan yang memang untuk ke lokasi pelabuhan," ucap Budi.

Berkaitan dengan JICA terkait desain master plan kota baru Patimban, Budi pun tidak mempermasalahkannya. Terkait pembangunan politeknik kemaritiman, perlu dilakukan juga kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Bandung untuk mendirikan program studi kemaritiman di Patimban dengan pertimbangan bahwa membangun Politeknik Kemaritiman yang baru diperlukan waktu dan anggaran dari APBN.

"Memang kalau membangun politeknik itu dibutuhkan anggaran APBN. Seperti diketahui APBN kita semakin sedikit. Saya mengusulkan agar tahun ajaran depan bisa dilakukan kerja sama dengan ITB atau Unpad dimana prodi kemaritiman ini kita supply," kata Budi.

"Selain itu, supaya kita tidak lama membangun, karena membangun (politeknik) itu minimal tiga tahun. Jadi, saya usulkan kita langsung saja, sehingga tahun ajaran baru sudah ada prodi kemaritiman itu dan mayoritas kita minta warga dari Subang yang jadi mahasiswa di situ," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Hery Antasari mengatakan, pembangunan Tahap I yang sudah mencapai lebih dari 90 persen termasuk di dalamnya reklamasi dan aksesnya. Paling lambat di 2022 Pelabuhan Patimban sudah beroperasi lebih dulu untuk melayani bongkar muat produksi otomotif untuk 250 ribu produksi.

"Dan sekarang pulau reklamasi untuk pelabuhannya, tahap pertama sudah hadir dan aksesnya juga sudah hampir rampung. Tahap pertama ini persentasenya sudah lebih dari 90 persen," ujarnya.

Hery menambahkan, penyediaan lahan untuk Pelabuhan Patimban sudah mencapai 80,6 persen atau 296 hektare baik untuk back up area maupun akses jalan menuju pelabuhan. Sehingga, tersisa 19,4 persen atau 71 hektare yang masih dalam proses pembebasan, termasuk di dalamnya 27,3 hektare Tanah Kas Desa (TKD) di back up area yang harus diganti

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Perkuat Ekonomi Desa, Pemprov Jabar Kembangkan Desa Digital https://t.co/I8RchrZe1b
PPP Tularkan Gerakan Kebaikan Bagi Generasi Muda Majalengka https://t.co/IGQ2zL0NvW
Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia Tembus 240.687 Kasus https://t.co/OijkA7Y3tc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter