Pengrajin Batu Bata di Blanakan Berhenti Produksi

Sebagai alternatifnya, mereka alih profesi menjadi buruh tani dan mencari ikan. "Biasanya memasuki musim penghujan seperti pada saat seperti ini banyak pengrajin batubata beralih profesi menjadi pencari ikan di sungai dan menjadi buruh tani," ujar Casim (30) pengrajin batubata Cilamaya kepada TINTAHIJAU.com, Selasa (17/12/2013)

Kondisi itu dialami hampir 20 pengrajin yang memprodusi batubata secara tradisioanal yang menempati bantaran kali Cilamaya. Pilihan alih profesi itu menjadi pil pahit bagi memreka. pasalnya di saat yang sama permintaan batu bata cukup tinggi. DItambah harga bata mengalami kenaikan. "Tetapi resiko merugi akan tinggi karena bisa saja batubata yang sudah dicetak akan sulit kering dan kadang terendam banjir oleh air sungai," terang Casim.

Di bagian lain, sebanyak 500 hektar sawah warga di daerah Blanakan terendam banjir. Tidka itu saja, sedikitnya 300 hektare empang ikan berbagai jenispun ikut terendam. Kondisi itu terjadi di Desa Jaya mukti Tegal tangkil, Kecamatan Blanakan, Subang efek dari hujan yang terjadi terus menerus di daerah itu. Kondisi itupun diperparah dengan suplay air ke hulu tidak terbendung. Akibatnya daerah pesisir yang lebih rendah menjadi banjir tergenang air limpasan dari dataran tinggi.

Petani di wilayah itu, terancam gagal tanam. Selain area sawah masih digennagi air, sebagian petani yang sudah tanam benih rusak dan busuk. "Saya tidak tahu kapan air ini surut sudah tiga hari air belum juga surut sulit untuk membuang limpasan air karan saluran pengairan di pinggir sawah juga terendam air” ujar Wartaka (55).

Akibat banjir yang merendam wilayah itu, petani di daerah Blanakan mengalami kerugian hingga ratusan juta. "Banyak benih yang terendam air sehingga menjadi rusak dan membusuk petani bisa merugi karna harus mengeluarkan biaya extra karena harus menanam ulang dan membayar upah buruh tananam," imbuhnya. [Jody winata]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Dalam Dua Hari, Dua PDP Meninggal Dunia di RSUD Cideres Majalengka https://t.co/PuiRfrosv5
Beginilah Pihak NASA Melindungi Astronot Saat Pandemi Corona https://t.co/HysOFZsS0q
Soal Sekolah Kembali Dibuka, KPAI: Berpotensi Munculkan Klaster Baru Corona https://t.co/Y4nKRphMdn
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter