FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Penyuap Bupati Subang Dituntut 3 Tahun Penjara

Penyuap mantan Bupati Subang Imas Aryumningsih, Puspa Sukrisna alias Ko Asun dituntut 3 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum KPK dalam sidang tuntutan yang digelar di Ruang III Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu 14 November 2018.

Pengusaha besar asal pantura itu didakwa menyuap Bupati Imas sebesar Rp 1,25 miliar dalam pengurusan izin prinsip lahan pabrik.

"Meminta majelis hakim untuk menyatakan terdakwa Puspa Sukrisna alias Ko Asun bersalah. Untuk itu meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun," ujar Jaksa KPK, Yadyn saat membacakan tuntutannya.

Selain tuntutan penjara, terdakwa juga dituntut dikenakan denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider kurungan penjara selama tiga bulan. Juga menyita uang senilai Rp 1,25 miliar yang dititipkan ke rekening penitipan KPK untuk dirampas oleh negara.

Dalam tuntutannya, Yadyn juga menyebut bahwa hal yang memberatkan terdakwa antara lain tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengakui kesalahannya, telah mengembalikan uang, sopan dalam persidangan dan masih punya tanggungan keluarga.

Jaksa KPK menuntut terdakwa dinyatakan terbukti telah melanggar pasal 5 ayat satu (1) huruf a atau pasal 13 undang-undang tindak pidana korupsi, juncto pasal 55dan pasal 64 KUHP.

Dalam amar tuntutan tersebut, jaksa KPK menyebutkan Puspa Sukrisna alias Ko Asun telah menyuap bupati Subang saat itu Imas Ariyumningsih.  

Dalam sidang yang dipimpin hakim Muhammad Razzad tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut terdakwa melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa hingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut memberi sesuatu. "Yakni berupa uang seluruhnya sejumlah Rp 1,25 miliar kepada penyelenggara negara," katanya.

Uang sebesar itu diberikan kepada Imas Aryumningsih (tervonis 6,5 tahun), Asep Santika (tervonis 5 tahun), dan Darta (tervonis 5 tahun) melalui Miftahudin yang telah divonis dua tahun dalam berkas tuntutan terpisah.

Yadyn menyebutkan, uang senilai Rp 1,2 miliar tersebut digelontorkan dengan rincian kepada Asep Santika Rp 40 juta, Darta Rp 824 juta, kemudian kepada Imas Aryumningsih senilai Rp 300 juta, berbentuk fasilitas kampanye, dan uang tunai  Rp 110 juta.

Padahal patut diduga uang tersebut ada hubungannya dengan jabatan mereka sebagai penyelenggara negara, yakni untuk meloloskan atau mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi PT Alfa Sentra Property di Kabupaten Subang.

Usai pembacaan tuntutan, kuasa hukum dan terdakwa meminta waktu dua minggu untuk mengajukan pembelaan. Namun karena jaksa KPK ada sidang ditempat lain akhirnya hakim mengundur sidang hingga Jumat, 23 November 2018. [PR]


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

Terbangkan Pesawat Tanpa Awak, Wabup Subang Terima Brevet dari FASI https://t.co/92WbjsY016
Lanud Suryadarma Kalijati jadi Tuan Rumah Kejurnas Terbang Layang https://t.co/t5K9OckO3U
Menengok Aktivitas Polisi asal Papua di Jatiwangi Majalengka https://t.co/KXTPFPhZHt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page