Kuasa Hukum Minta Ada Kepastian Hukum Soal Kasus Ijazah Imas Aryumningsih

Setelah sempat dihentikan dan dipraperadilankan, kasus dugaan ijazah yang diduga milik mantan Bupati Subang, Imas Aryumningsih, hingga kini masih ada ditangan penyidik Polda Jabar. Imas melalui kuasa hukumnya meminta polisi untuk segera memberikan kepastian hukum.

"Kami menunggu sikap dari polisi terkait kasus ini," ujar kuasa hukum Imas, Alex Edward SH.,MH., kepada wartawan di kawasan Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (12/12/2018).

Dikatakan Alex, pihaknya berharap polisi segera mengambil langkah tegas terkait status ijazah SMA milik kliennya. Menurutnya, pada tanggal 5 Desember 2018 lalu penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar telah melakukan gelar perkara kasus ijazah Imas Aryumningsih yang diduga palsu.

Alex sendiri mengikuti proses gelar perkara. Namun ia tak menjelaskan secara rinci hasilnya. "Yang pasti kami didalam gelar perkara tersebut menyarankan dan memohon agar perkara tersebut segera dihentikan. Kami mengatakan hal itu pada fakta bahwa perkaranya tidak memenuhi unsur," tutur Alex.

Ia menyatakan, permohonan agar perkara dihentikan tak lain adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi kliennya. "Ini demi kepastian hukum bagi bu Imas," katanya.

Lebih lanjut Alex menuturkan, saat ini pihaknya tengah menunggu keputusan Polda Jabar mengenai kepastian hukum perkara tersebut. Apakah nantinya perkara ini dihentikan (SP3) atau dilanjutkan, Alex belum mengetahuinya.

"Kalau memang ternyata kembali dilanjutkan, misalnya, kami ingin tahu alasannya apa," ujat Alex.

Di sisi lain, Alex meyakini hika ijazah SMA milik Imas tidak palsu alias benar-benar asli. Hal itu juga diperkuat dengan adanya hasil uji lab yang sebelumnya pernah dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Jadi kami pun berani menjamin bahwa ijazah itu asli. Hasil uji lab menjadi buktinya," tandas Alex.

Ia juga menyampaikan, jika ijazah tersebut palsu, maka Imas tidak akan bisa nyalon sebagai anggota legislatif maupun bupati. Padahal ijazah menjadi salah satu syarat penting. Ijazah itu, lanjutnya, pernah digunakan oleh Imas sebagai syarat mencalonkan anggota DPRD Subang periode 2003-2008, pencalonan bupati Subang periode 2008-2013, dan pencalonan wakil bupati Subang periode 2013-2018.

"Selama proses itu, ijazah Imas dinyatakan tidak bermasalah. Kalau memang palsu, maka mungkin bu Imas bisa mencalonkan," tambahnya.

Hal lain yang menguatkan, yaitu berdasarkan pengakuan dari guru-guru Imas di SMA 204 Subang. Imas memang sekolah di sana dan lulus pada tahun 1969.

"Dengan kata lain, laporan dugaan ijazah palsu ini tidaklah benar. Ijazah klien kami ini asli dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Trunoyudho Whisnu Andiko saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus itu, meminta wartawan untuk langsung menanyakannya kepada Direktur Reskrimum, sebagai pejabat yang membawahi penyidik yang menangani kasus. "Langsung ke pa Dirkrimum saja," singkatnya.

Akan tetapi, saat dicoba dikonfirmasi, Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes Pol. Iksantyo Bagus Pramono tidak memberikan respon. Pesan singkat yang dikirim wartawan hingga sore ini tidak dibalas. [Galamedia]



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Pengurus Kwaran Majalengka Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan https://t.co/RSJKRGTSIj
Bangun Sinergi, Ketua PD PUI Majalengka gelar Silaturahim dengan PCNU https://t.co/T4SiKAS9sW
Ini Jadwal Kepulangan 3 Kloter Haji asal Majalengka https://t.co/dRkfXy79eS
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page