PT Sariater Subang Akhirnya Angkat Suara Soal Tudingan Rugikan Uang Negara Rp19 Miliar

SUBANG, TINTAHIJAU.com - PT Sari Ater Subang akhirnya angkat suara soal tudingan kerugian uang nebgara hingga Rp19 miliar dan dilaporkan ke Kejati Jabar. Pihak Sariater membantah tudingan tersebut

General Affair Manager PT Sari Ater, H. Dadang Muh Julia menegaskan, tudingan adanya kerugian negara Rp19 miliar itu tidak benar. Hal ini disampaikan Dadang dalam konferensi pers Area Wisata Sari Ater Subang, Rabu (3/4/2019).

BERITA TERKAIT:
Sariater Subang Masih Bungkam Soal Potensi Kerugian Negara Rp19 Miliar
LSM BBC Garda Jerman Sebut Pelaporan ke Kejati Berdampak Kunjungan ke Sariater
Diduga Rugikan Negara Rp19 Miliar, PT Sariater Subang Dilaporkan Ke Kejati

Hadir dalam kegiata tersebut General Affair Manager PT Sari Ater, H. Dadang Muh Julia, Vice Manager, Tree dan Manajer Humas H. Yuki Azuania, serta sejumlah awak media. "Dalam kesempatan itu kami dapat sampaikan klarifikasi atau penjelasan kepada rekan-rekan media, dimana dugaan atas tuduhan tersebut tidak, dan tidak berdasar," kata H. Dadang.

H. Dadang menejlaskan PT Sari Ater adalah perusahaan swasta murni bukan BUMD. Dalam mengelola wisata andalan Subang itu, pihaknya tidak menggunakan APBD Subang. Sebaliknya, pihak Sariater justru memberi kontribusi kepada Pemkab Subang melalui bagi keuntungan.

Sesuai perjanjian kerjasama antara PT Sari Ater dengan pihak Pemda Subang, terang Dadang, masing-masing pihak menyertakan lahan. Untuk lahan Pemda seluas 9 hektar dan lahan PT Sari Ater seluas 13 hektar.

Tudingan terkait dugaan penggelapan aset milik Pemkab Subang, Dadang mengeaskan, aset Pemda yang dikerjasamakan dengan PT Sari Ater secara fisik adalah seluas 9 hektar. "Namun surat kepemilikannya (HP) yang yang sudah ada baru seluas 6,5 hektar. Sementara untuk yang 2,5 hektar masih dalam proses pengurusan pihak Pemkab Subang," tandasnya

VIDEO: Sisi Lain dari Pawai HUT ke-71 Subang


Dalam kesempatan yang sama, Dadanh membantah tudingan jika PT Sari Ater yang mengelola obyek wisata pemandian air panas di Kabupaten Subang itu telah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. "Dalam kesempatan ini juga kita sampaikan bahwa PT Sari Ater belum pernah menerima panggilan maupun dimintai keterangan oleh pihak Kejati Jabar. Untuk itu dugaan atas tuduhan bahwa PT Sari Ater sedang diperiksa oleh Kejati Jabar tidak benar," tegasnya

Sebelumnya Ketua LSM Anti Korupsi Seluruh Indonesia (AKSI), Warlan melaporkan PT. Sariater ke Kejati terkait dugaan kerugian negara sebesar Rp19 miliar. Namun hingga saat ini, pihak Sariater belum memberi klarifikasi terkait laporan tersebut.

Ketua LSM AKSI Warlan mengaku pihaknya kini telah melaporkan kasus dugaan penggelapan Dana dan Lahan ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dengan berbagai barang bukti yang dimilikinya.

"Kerugian total Rp19 milyar ini terdiri dari berbagai kasus. Pertama, dugaan manipulasi dan penyimpangan pembelian lahan senilai Rp12 Milyar dan sewa lahan 750 juta dari tahun 2013-2018. Kedua Sariater tidak membayar PAD sebanyak 6,5 milyar lebih kepada Pemkab Subang pada tahun 2017," ujar Warlan.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 1
Banner Kanan 4
Banner Kanan 5
Banner Kanan 2
Banner Kanan 3
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Verifikasi Adminsitrasi, Ribuan Pelamar PNS di Pemkab Subang Gagal https://t.co/iHit0VDXnD
Gagalkan Masuk Lima Besar, Badak Lampung Ambisi Kalahkan Persib https://t.co/XGlKTxEvOL
Survey Terbaru: Millenial Generasi yang Paling Kesepian https://t.co/HTiqc3bgLc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page