Terkait Dana Desa, Kades Cinangsi Subang Dituntut 4,5 tahun

BANDUNG, TINTAHIJAU.com - Kepala Desa Cinangsi Kecamatan Cibogo, Subang Yanto Agustian dituntut jaksa penuntut umum bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tipikor, pada sidang tuntutan kasus itu di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (12/6/2019) sore.

"Menuntut, majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara selama ‎4 tahun dan 6 bulan," ujar jaksa Kejari Subang A Faizal Akbar.

Selain itu, jaksa juga menuntut agar terdakwa dikenai denda senilai Rp 200 juta subsidair kurungan tiga bulan. Jaksa juga membeberkan pertimbangan yang meringankan yakni terdakwa mengakui perbuatannya dan hal memberatkan, terdakwa tidak mendukung pemerintah memberantas korupsi. "Mengharuskan terdakwa mengganti kerugian negara sebesar Rp 107,1 juta," ujar jaksa. ‎Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan.

Kasus ini bermula saat Desa Cinangsi mendapat dana desa bersumber dari APBN 2017 senilai Rp 821 juta. Pencairan dilakukan dalam dua tahap. Tahap 1, dicairkan Rp 493 juta. Uang itu dialokasikan untuk bantuan modal BUMDES senilai Rp 150 juta, pembangunan infrastruktur jalan hotmix lingkungan di tiga RT senilai total Rp 291 juta. Serta pembangunan TPT di satu RT senilai Rp 52 juta lebih.

Kemudian, terdakwa bersama bendahara mencairkan dana desa itu dalam tiga tahap, pada 22 Juni, 3 juli dan 11 Juli 2017.  "Tiap pencairan, terdakwa selalu meminta dana tersebut dengan maksud akan disimpan sendiri tanpa melibatkan perangkat desa," ujar jaksa.

‎Tujuanya, memudahkan terdakwa membuat laporan dan menghindari pemeriksaan dari Inspektorat Pemkab Subang apabila ada perbedaan antara rencana anggaran biaya (RAB) dengan laporan pertanggung jawaban.  "Sehingga SPJ yang telah disesuaikan dengan RAB hanya dibuat sebagai administrasi sebagai syarat pencairan dana desa bersumber dari APBN tahap II," ujar jaksa.

Perbuatan melawan hukum terdakwa itu berimplikasi pada kualitas pekerjaan pembangunan jalan hotmix di tiga RT hingga pembangunan TPT di satu RT. Selain itu, terdakwa juga menjual hotmix untuk pembangunan jalan itu ke pihak lain seharga Rp21 juta seberat 21 ton tanpa adanya musyawarah desa. ‎

Usai meninggalkan persidangan, Yanto yang mengenakan peci langsung menyalakan sebatang rokok. Saat dimintai tanggapannya soal tuntutan, ia hanya pasrah. "Pasrah saja lah," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Pengadilan Tipikor juga memvonis bersalah Kepala Desa Cihaur Kecamatan Maja, Surdjaja melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dana desa dan menjatuhkan pidan penjara selama 4 tahun. Kemudian menjatuhkan pidan penjara kepada Kepala Desa Cigaleuh Kecamatan Lemahsugih, Budiyono selama 4 tahun.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Pesawat Cesna Jatuh di Sungai Cimanuk Indramayu, 1 Orang Belum Ditemukan https://t.co/oTIHOIdWeD
Polisi Ungkap Penyebab Mobil Terbakar yang Tewaskan 5 Orang di Tol Cipali Majalengka https://t.co/aSAmO6REQs
21 Tahun Tanpa Kabar, TKI asal Cirebon Akhirnya Kumpul Bersama Keluarga https://t.co/63rzkjocRG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page