FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kasus Penembakan, JPU Tuntut Anak Bupati Majalengka 2 Bulan Penjara

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut putera Bupati Majalengka H Karna Sobahi, Irfan Nur Alam (INA) dituntut 2 bulan penjara dikurangi masa tahanan atas perbuatanya yang dinilai melanggar hukum.

Hal itu terungkap pada sidang keempat yang digelar Pengadilan Negeri (PN) setempat, dengan agenda mendengarkan tuntutan JPU, Jumat (26/12/2019). Sidang sendiri dipimpin Hakim Ketua Eti Koernniati, anggota Kopsah, dan Didik Haryadi. Sedangkan dari JPU terdiri dari Agus Robani dan Faisal Amin.

BACA JUGA: Kasus Penembakan, Ini Kesaksian Anak Bupati Majalengka di Persidangan

"Kami menuntut terdakwa Irfan Nur Alam dua bulan penjara dikurangi masa tahanan, pencabutan izin senjata api dan pemusnahaan senpi berikut pelurunnya. Itu semua untuk mempertanggungjawabkan kealpaanya atau kelalaiannya, sebagaimana diatur pada Pasal 360 Ayat 2 KUHPidana," ujar JPU, Agus Robani dalam pembacaan tuntutanya dalam sidang tersebut.

Ketika itu juga terdakwa Irfan langsung memberikan pledoi (nota pembelaan) dihadapan majelis hakim yang intinya terdakwa menghormati proses hukum. Ia mengaku telah melalui menjalani persidangan dan membenarkan setiap keterangan-keterangan saksi.

BACA: Anaknya Ditahan, Bupati Majalengka: Saya Tidak Akan Melawan


Pihaknya juga meminta meminta maaf kepada masyarakat Majalengka pada khususnya, umumnya masyarakat Indonesia atas berita yang kurang nyaman selama ini. "Semoga ini semua bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua,"kata terdakwa Irfan saat membacakan pledeoinya dihadapan majelis hakim.

Di akhir pembelaanya Irfan menyampaikan kepada majelis hakim untuk dapat diputus seringan-ringannya dengan pertimbangan, sudah ada surat perdamaian yang dikonfrontir saat persidangan antara saksi korban dan terdakwa. "Saya dan saksi korban sudah saling memaafkan dan mengikhlaskan. Termasuk perkara ini sudah dicabut oleh pelapor dan semoga menjadi bahan pertimbangan oleh majelis hakim,"pungkasnya.

Sementara itu, kuasa hukum INA, Kristiawanto menjelaskan, selama ini proses sudah dilalui, fakta sudah terungkap di persidangan selebihnya pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke majelis hakim.

"Kita serahkan kepada yang mulia majelis hakim untuk menentukan tentang hukumnya. sebab kami sadar dan menyadari bahwa hakim yang mengetahui hukumnya, "ujarnya.

Selanjutnya sidang ditunda hari Senin 30/12/2019 mendatang, dengan agenda mendengarkan putusan majelis hakim.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Gempa M 5,4 Terjadi di Halmahera Barat, Walau Tidak Berpotensi Tsunami Namun Harus Tetap Waspada https://t.co/2pzrPn4DkU
Jadwal Pemadaman Listrik di Subang Pada 26 November 2020 https://t.co/4aWb1Msvxs
Update Covid-19 Subang: Jumlah Positif Bertambah 13 Orang https://t.co/QM44Fzv2pu
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter