FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Dituntut 2 Bulan, Anak Bupati Majalengka Berpeluang Duduki Kembali Kabag Ekbang

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Peluang Irfan Nur Alam, terdakwa kasus penembakan terhadap kontraktor Panji Pamungkasandi, untuk kembali menduduki posisinya sebagai Kabag Ekbang Setda Majalengka sangat terbuka lebar. Hal itu mengingat tuntutan JPU untuk Irfan yang relatif sangat ringan, dua bulan penjara.

Tuntutan itu setelah Irfan dianggap telah sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana seperti diatur dalam Pasal 360 ayat (2) KUHP. Jika nantinya tuntutan itu dikabulkan hakim, durasi penahanan Irfan dipastikan akan jauh lebih singkat lagi.

Pasalnya, selain menuntut 2 bulan penjara, dalam tuntutannya JPU menyebutkan bahwa jumlah tersebut dikurangi masa tahanan. Irfan, sebagaimana informasi dari Polres Majalengka, menjalani penahanan pada 16 November lalu, setelah diperiksa sebagai tersangka.

BERITA TERKAIT:

Kasus Penembakan, JPU Tuntut Anak Bupati Majalengka 2 Bulan Penjara

Kasus Penembakan, Ini Kesaksian Anak Bupati Majalengka di Persidangan

Anaknya Ditahan, Bupati Majalengka: Saya Tidak Akan Melawan

Dengan tuntutan JPU yang hanya dua bulan, terdakwa yang merupakan anak Bupati Majalengka Karna Sobahi itu dipastikan bisa kembali duduk di posisi yang saat ini ditinggalkannya untuk sementara lantaran cuti, pascatersandung kasus tersebut.

Peluang Irfan untuk kembali mengisi posisi Kabag Ekbang itu, sesuai dengan aturan yang berlaku. "Kalau vonisnya di atas 5 tahun, sesuai Undang-undang Kepegawaian (UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN), yang bersangkutan (Irfan Nur Alam) akan diberhentikan," kata Sekda Majalengka Ahmad Sodikin dalam suatu kesempatan.

Sementara, kuasa hukum Irfan, Kristiawanto terkesan masih berharap vonis yang dijatuhkan hakim lebih rendah dibanding tuntutan JPU. Hal itu disampaikannya saat diminta tanggapannya terkait sidang lanjutan dengan agenda putusan pada Senin (30/12/2019) mendatang. "Diputus seringan-ringannya. Kalau bebas, Alhamdulillah," kata Kristiawanto.

Dia menjelaskan, vonis nanti pada akhirnya merupakan hasil dari kajian yang dilakukan hakim atas fakta-fakta yang terungkap selama persidangan. "Berdasarkan keyakinan hakim. Jadi kami hormati hakim dalam bermusyawarah. Karena hakim yang paling paham masalah hukum," jelas dia.

Dalam sidang pada Kamis (26/12/2019) kemarin, JPU menuntut Irfan dengan dua bulan penjara. Selain itu, JPU juga meminta agar izin senjata pistol yang digunakan terdakwa dalam kasus itu dicabut. (Baca juga: Kasus Penembakan, Irfan Nur Alam Dituntut 2 Bulan Penjara).

Tuntutan penjara dua bulan juga diberikan kepada dua terdakwa lainnya, Udin dan Sholeh. Namun, untuk dua terdakwa ini JPU menggunakan pasal yang berbeda, 170 ayat (1) tentang pengeroyokan.

Sumber: SINDOnews


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Contoh Pertanyaan Interview Saat Melamar Kerja dan Tips Menjawabnya https://t.co/gZrvtmHzeZ
Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Majalengka 27 November, Cek Lokasinya di Sini https://t.co/e8tCEjiQoy
Melonjak Lagi, Kasus Covid-19 di Majalengka Tambah 23 Orang https://t.co/1TtO0FpIYR
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter