FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Anaknya Dituntut 2 Bulan, Bupati Majalengka: Kami Tidak Akan Banding

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Sidang kasus dugaan kekerasan yang melibatkan anak Bupati Majalengka Irfan Nur Alam akan memasuki babak akhir. Sidang pembacaan vonis akan digelar Senin (30/12/2019)

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengenakan Irfan dengan pasal 360 KUHP Ayat 2 karena kelalaiannya mengakibatkan korbannya luka, dengan tuntutan 2 bulan penjara.

Menghadapi sidang vonis putranya, Karna Sobahi menyatakan apapun vonis hakim terhadap putranya itu, pihaknya tidak akan mengambil hak untuk banding

"Apapun keputusan vonis dari majelis hakim, saya sebagai orang tua Irfan Nur Alam akan menerima dengan lapang dada dan tidak akan melakukan banding atau gugatan hukum lainnya," kata Karna dalam pernyataan tertulisnya yang diterima TINTAHIJAU.COM

Karna kembali menegaskan dirinya tetap konsisten dan istiqomah menyerahkan masalah putranya itu kepada proses hukum dan keputusan hakim, dan tidak sekali kali intervensi apapun keputusannya.

BERITA TERKAIT:

Tuntutan 2 Bulan Anak Bupati Majalengka jadi Sorotan Komisi III DPR RI

Dituntut 2 Bulan, Anak Bupati Majalengka Berpeluang Duduki Kembali Kabag Ekbang

Kasus Penembakan, JPU Tuntut Anak Bupati Majalengka 2 Bulan Penjara



"Saya juga sangat menghormati proses hukum yang telah dilalui selama ini. Dimulai saat proses penyelidikan, penyidikan dan pelimpahan perkara dari aparat kepolisiaan ke kejaksaan," tegasnya
 
"Termasuk anak saya telah mengikuti rangkaian proses persidangan di Pengadilan Negeri Majalengka sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," imbuhnya.

Di bagian lain, sebagai orang tua, yang juga merupakan Bupati, Karna memohon kepada kepada para hakim agar memutuskan vonis sesuai fakta-fakta di persidangan, baik itu dari pernyataan para saksi, saksi ahli, pengakuan dari terdakwa di persidangan.

"Sudah barang pasti majelis hakim tidak akan terganggu oleh beragam tekanan politik (politisi) yang mencoba membangun opini di media massa tanpa melihat fakta persidangan. Majelis hakim pasti istiqomah dan tegak lurus kepada norma hukum dan keadilan dalam memutuskan ini. Sebab realitasnya anak saya dan keluarga telah mendapatkan vonis secara kolektif dari media masa," paparnya.

Menjelang sidang vonis, Karna berdo'a yang terbaik untuk Irfan dan keluarga. Peristiwa hukum yang menimpa putranya itu, jelas Karna menganggap sebagai cobaan bagi dirinya dan keluarga.

"Dan tentunya siapa pun keluarga tidak akan menghendaki kejadian ini terjadi. Akan tetapi dibalik setiap musibah yang Allah Swt berikan, sudah barang tentu banyak hikmah bagi saya dan keluarga," terangnya.

Orang nomor satu di Majalengka kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Majalengka, karena permasalahan ini telah menyita perhatian publik di seluruh penjuru tanah air.

Ibunda Irfan, Hj. Dedeh Karna Sobahi menambahkan sebagai seorang ibu, mengatakan peristiwa hukum ini, dia bersama keluarga ikhlas dan sabar menerimanya.

"Sebagai seorang ibu, saya tidak berbuat banyak atas peristiwa yang menimpa anak saya. Saya, kakak, adik hanya bisa menangis, dan memanjatkan do'a kehadirat Allah Swt, agar musibah yang menimpa anak saya diberikan jalan keluarnya dan diungkap ke publik kejadian yang sesungguhnya," katanya.

"Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi keluarga kami dan tidak menimpa keluarga kita semua," imbuh Dedeh


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Catat!, Ini Caranya Agar HP Android Anda Aman dari Serangan Saiber https://t.co/civ8kjvM8o
Legislator PPP Jabar Usulkan Empat Pilar Kebangsaan jadi Pelajaran Sekolah https://t.co/QTjT2FtngA
Catat!, Ini yang Boleh Disembunyikan Istri Terhadap Suami https://t.co/qMZo0U6tQO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter