FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Vonis Ringan Anak Bupati, PN Majalengka: Kami Mandiri dan Berintegritas

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Anak Bupati Majalengka Irfan Nur Alam divonis 1 bulan 15 hari oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, Senin (30/12/2019) kemarin.

Putusan terkait kasus penembakan kontraktor asal Bandung itu lebih rendah 15 hari dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut 2 bulan. Irfan dituntut karena melanggar pasal 360 KUHP Ayat 2 karena kelalaian yang mengakibatkan korbannya luka.

Vonis terhadap anak Bpati Majalengka itu dianggap ringan. Putusan yang dibacakan oleh Hakim Ketua, Eti Koernniati itu dikhawatirkan tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku. Bahkan, bisa menjadi preseden buruk terhadap perkara serupa di masa mendatang

BERITA TERKAIT:

Kasus Penembakan, Anak Bupati Majalengka Divonis 1,5 Bulan

Anaknya Dituntut 2 Bulan, Bupati Majalengka: Kami Tidak Akan Banding

Tuntutan 2 Bulan Anak Bupati Majalengka jadi Sorotan Komisi III DPR RI

Humas PN Majalengka, Kopsah angkat suara soal ini. Kopsah mengatakan komentar tersebut adalah hal yang wajar bahkan  diperlukan untuk kontrol sosial bagi aparat penegak hukum. Namun demikian, Kopsah menegaskan, vonis terhadap putra orang nomor satu di Kabupaten Majalengka tersebut, sudah sesuai KUHP.

"Menanggapi adanya berita beredar yang simpang siur dalam menangani kasus INA tersebut, kami Humas PN Majalengka menegaskan, bahwa penanganan kasus oleh Majelis Hakim PN Majalengka sudah berjalan sesuai KUHAP," kata Kopsah dalam pernyataan tertulisnya yang diterima TINTAHIJAU.com

Putusan Hakim, jelas Kopdah diambil mendasarkan pada Surat Dakwaan yang dibuat oleh JPU, proses pembuktian dipersidangan, sehingga terungkap fakta-fakta hukum dimuka persidangan ini, juga dengan memperhatikan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan pada diri terdakwa .

Putusan Hakim tersebut diambil, kata dia, juga berdasarkan hasil musyawarah majelis dengan mendasarkan pada fakta hukum dan legal reasoning (argumentasi hukum).

Majelis Hakim mempunyai kemandirian dalam memutus suatu perkara yang diperiksa dan diadili, Majelis Hakim  tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun dalam menjatuhkan putusannya.

"Selanjutnya kami menegaskan, bahwa PN Majalengka menjamin kemandirian, integritas dalam memutus perkara ini yang didasarkan pada fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan semata," jelasnya.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Catat!, Ini Caranya Agar HP Android Anda Aman dari Serangan Saiber https://t.co/civ8kjvM8o
Legislator PPP Jabar Usulkan Empat Pilar Kebangsaan jadi Pelajaran Sekolah https://t.co/QTjT2FtngA
Catat!, Ini yang Boleh Disembunyikan Istri Terhadap Suami https://t.co/qMZo0U6tQO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter