FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Reynhard Sinaga, WNI Pemerkosa Pria Terporduktif dalam Sejarah Hukum di Inggris

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Seorang WNI bernama Reynhard Sinaga divonis seumur hidup bui karena terbukti memperkosa 48 pria di Inggris.

Namun sebenarnya, bukti kejahatan seksual Reynhard menunjukkan adanya ratusan kali perkosaan. Dilansir Associated Press, Senin (6/1/2020), pihak berwenang Inggris menyatakan predator seksual berusia 36 tahun itu terindikasi sudah melakukan 195 perkosaan.

Ada bukti sebanyak 195 video. Indikasinya, seorang korban diperkosa berkali-kali. Kebanyakan pria-pria yang menjadi korbannya terekam dalam kondisi tak sadarkan diri.

Modus Reynhard adalah menawarkan apartemen untuk menginap bagi pria muda yang mabuk. Dia bersikap ramah kepada calon korban-korbannya. "Tapi begitu mereka ada di apartemen itu, dia menggunakan pria-pria muda itu untuk kesenangan pribadi," ujar jaksa penuntut, Ian Rushton.

Serangan Reynhard Sinaga baru terungkap pada 2017 setelah korban berusia 18 tahun, bangun sekitar pukul 6 pagi ketika tengah diserang. Korban berhasil melawan, dan yang terpenting, berhasil mengambil iPhone putih Reynhard sebelum meninggalkan apartemen itu.

Dia lalu pergi ke kantor polisi yang menemukan 3,29 terabyte konten grafis di telepon genggam Reynhard--setara dengan 250 DVD. Di beberapa kasus, serangan itu terjadi berjam-jam dengan satu serangan khusus berlangsung 8 jam. Namun tidak dijelaskan apakah file-file itu tersimpan di iCloud atau seperti apa.

Polisi meyakini Reynhard Sinaga memulai serangan itu pada 2005 dan berlanjut hingga Juni 2017. Kasus Reynhard disebut media-media Inggris sebagai kasus kejahatan seksual terbesar dalam sejarah hukum Inggris.

"Reynhard Sinaga adalah pemerkosa yang paling produktif dalam sejarah hukum Inggris," kata Ian Rushton, Wakil Kepala Jaksa Penuntut Umum North West Crown.

"Rasa ekstremnya akan hak seksual hampir menyangkal kepercayaan dan dia tidak diragukan lagi akan melakukannya lagi jia dia tidak tertangkap."

Reynhard tiba di Inggris dengan visa pelajar pada tahun 2007. Dia sudah menyandang dua gelar dalam bidang sosiologi dari Universitas Manchester. Pada tahun 2017 saat dia ditangkap, Reynhard sedang menempuh pendidikan doktoral atau PhD di Universitas Leeds.

Sumber: Detik.com
 
FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Gempa M 5,4 Terjadi di Halmahera Barat, Walau Tidak Berpotensi Tsunami Namun Harus Tetap Waspada https://t.co/2pzrPn4DkU
Jadwal Pemadaman Listrik di Subang Pada 26 November 2020 https://t.co/4aWb1Msvxs
Update Covid-19 Subang: Jumlah Positif Bertambah 13 Orang https://t.co/QM44Fzv2pu
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter