Untung Rp10 Juta Perhari, Polres Bogor Tangkap Bos Gas Oplosan

BOGOR, TINTAHIJAU.com - Unit Tindak pidana tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Bogor menangkap KM (52 tahun) bos gas oplosan dari tabung gas subsidi 3 Kg ke tabung non subsidi 12 dan 50 Kg. Dalam sehari pelaku mendapatkan keuntungan Rp 10 juta perharu

"Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Bogor berhasil menangkap bos gas oplosan  dari tabung gas subsidi ke tabung gas non subsidi, dari penyelidikan pelaku KM (52 tahun) mendapatkan keuntungan dari hasil kejahatannya sebesar Rp 10 juta perhari," ucap Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

BERITA TERKAIT:

Curi Motor Marbot Masjid, Warga Subang Ditangkap di Tambora

30 Kali Beraksi, Polres Indramayu Tangkap 12 Pelaku Pencurian, 2 Diantaranya Ditembak

Beli Mobil Hasil Mencuri, Supir Notaris di Subang Ditembak di Kuningan



Mantan Kapolres Subang ini menambahkan dalam penangkapan ini jajarannya berhasil mengamankan barang bukti berupa 430 tabung gas 3 Kg, 15 buah tabung 12 Kg, 50 buah tabung gas 50 kg, unit mobil pick up dan alat-alat suntik gas oplosan.

"Barang bukti yang kami amankan selain uang hasil penjualan gas 12 Kg dan 50 Kg, juga ratusan tabung gas baik itu 3 Kg, 12 Kg maupun 15 Kg berikut puluhan alat suntik gas oplosan," tambahnya.

AKBP Joni menuturkan wilayah Kabupaten Bogor tepatnya Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin hanya menjadi tempat pengoplosan gas sementara tabung gas 12 Kg dan 50 Kg yang sudah diiisi gas dia jual ke luar wilayah Kabupaten Bogor.

"Sebuah gudang di Desa Sukasari, Rumpin hanya menjadi tempat produksi gas oplosan sementara tabung gas 12 dan 50 Kg dijual oleh pelaku ke DKI Jakarta baik itu untuk penggunaan restoran, industri maupun perhotelan," tutur AKBP Joni.

Ia menjelaskan pelaku KM akan dikenakan Undang - Undang perlindungan konsumen dan atau migas dan atau metrology legal sebagaimana dimaksud dalam pasal 62 (1) jo pasal 8 (1) b & c Undang - Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 53 b,c, dan Undang - Undang no 22 tahun 2001 tentang Migas dan atau pasal 32 (2) jo pasal 30 Undang - Undang  nomor 2 tahun 1981 tentang meterology legal.

"Dengan dijerat Undang - Undang perlindungan konsumen dan atau migas dan atau metrology legal KM terancam hukuman penjara lima tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar," jelasnya.

Kasat Reskrim AKP Benny Cahyadi menuturkan untuk menghindari ledakan karena suhu yang panas, pelaku gas oplosan melakukannya didalam bak yang berisi es.

"Pelaku pengoplosan gas ini memang profesional dam pemain lama yang kerap berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan, selain pelaku KM saat ini kami masih mengejar tiga orang pelaku lainnya yang juga menjadi bos oplosan gas," tutur AKP Benny. [inilah]


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

Jalani Isolasi 14 Hari, Pemcam Cipeundeuy Bantu Kebutuhan Sembako https://t.co/0uuwsqOmZD
Gugus Tugas Indramayu Waspadai Lonjakan Covid-19 Pasca Idul Fitri Cc @kotaindramayu https://t.co/eLwLW4VAUv
Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan, Diagnosa Balita PDP yang Meniggal Karena Keracunan Makanan https://t.co/Cnof3auajz
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter