Mantan Camat Pamanukan: Penanganan Banjir Harus Sistematis, Bukan Sekedar Sembako

Banjir hampir setiap tahun melanda sejumlah dkecamatan di daerah Pantura. Pemkab Subang diminta lebih proaktif dalam penanganan banjir secara sistematis.

Padadua hari ini, Tagana Subang merilis ada empat Kecamatan di Pantura terendam banjir dengan ketiggian atara 30 centimeter sampai 1 meter. Bahkan di Kecamatan Pamanukan, puluhan warga Desa Mulyasari harus meninggalkan rumahnya dan mengevakuasi diri ke kolong jembatan layang.

Mantan Camat Pamanukan Budi Setiadi menegaskan, penanganan banjir tidak hanya pada saat terjadinya banjir dengan memberikan bingkisan bantuan sembako ke korban banjir. Tapi harus ada penanganan secara sistematis dan terpadu. "Korban banjir dibantu sembako itu bagus untuk penanganan saat kejadian, tapi jangan dilupakan penanganan yang sistematis dan jangka panjang. Dengan begitu, banjir tahunan bisa ditekan," kata Budi Setiadi

Kendati begitu Budi tidak sependapat jika banjir Pantura khususnya Pamanukan karena tidak adanya upaya ormalisasisungai. Budi menjelaskan, normalisasi dengan pengerukan dan pelebaran sungai kerap dilakukan warga dan pemerintah secraa bergotong royong. Namun, normalisasi itu tidak satu-satunya solusi untuk mencegah banjir.

"Normalisasi diperlukan, itu untuk memperlancar arus air sungai. Tapi yatg cukup peting saya kira adalah membuat bendungan di daerah sebelum masuk ke Pantura. Dulu, ini sempat mewacana. Tanahnya udah disiapkan sekitar 6 hektare, yang jadi pertanyaan, sampai sekarang bendungan itu belum ada," tegasnya.

Keberadaan Bendungan itu dianggap menjadi solusi untuk mencegah banjir yang tejadi setiap tahun. Dengan adanya bendungan, bisa menekan laju aliran air dari huklu ke hilir. "Bendungan ini bisa menahan alrus air, semacam terminal kalau kendaraan. Di satu sisi, ada anekdot di Pantura ini, padi di Pantura ini musim hujan mati karena terendam dan kemarau juga mati karena kekeringan. Nah dengan Bendungan ini, bisa menekan laju air saat musim hujan dan distribusi air saat kemarau," tegas Bakal Calon Bupati tersebut.

"Tentu saja, Bendungan ini, jika saya bersama Pak Dedi ditakdirkan menang di Pilkada nanti, harus terealisasi. Pemimpin itu kan harus bisa memberi apa yang menjadi kebutuhan warganya, menyelesaikan masalah rakyatnya, dan negara harus hadir di setiap permasalahanyang dihadapi warganya. Masalah Pantura itukan saat ini, secara garis besara ada dua. masalah jalan dan masalah air, artinya banjir dan kekeringan sawah. Nah kita harus benar-benar hadir di sana, hadir untuk menyelesaikan masalah," pungkasnya

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU
Line: tintahijaucom


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 2
Banner Kanan 1

Twitter Update

Jamu Askot Bandung, Wabup Beri Dukungan untuk Persikas Subang https://t.co/bvZ4a6L1M7
Ahla Ilfatulghina, Qoriah Cilik dari Kabupaten Majalengka. Prestasi pertamanya di Juara I pada MTQ tingkat Kabupate… https://t.co/JlHe7MKlnq
Fraksi NasDem DPRD Subang Ingatkan Pejabat Selaraskan Program dengan Subang Jawara https://t.co/7ofoS7OyfK
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page