FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pemcam Pamanukan Catat 2.947 Kepala Keluarga Mengungsi Akibat Banjir

Pemerintah Kecamatan Pamanukan menyebut jumlah rumah warga yang terendam banjir sejak awal pekan ini sebanyak 2.421 rumah atau sekitar 2.947 kepala keluarga. Selain rumah, banjir juga merendam fasilits umum seperti sekolah dn tempat peribadatan.

Data dari pihak Pemcam Pamanukan, dari 2.421 rumah warga yang terendam banjir, ada sekitar 2.947 kepala keluarga dari lima Desa yang meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke tempat lebih aman. Kelima Desa yang terenam banjir adalah Desa Mulyasari, Pamanukan, Pamanukan Hilirm Lengkong Jaya dan Desa Rancasri

BERITA TERKAIT:
Ditemui Ruhimat, Korban Banjir: Sampai Kapan Kami Harus Begini
Mantan Camat Pamanukan: Penanganan Banjir Harus Sistematis, Bukan Sekedar Sembako
Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Subang Intruksikan Dinas PUPR Normalisasi Sungai

"Ada 2.421 rumah warga di lima Desa yang terendam banjir. Sekitar 2.947 KK mengungsi," kata kata Camat Pamanukan, Muhamad Rudi kepada TINTAHIJAU.com, Selasa (6/2/2018).

Sementara itu, Warga setempat, Saeful (30) mengatakan, sejak rumahnya terendam banjir ia sudah tiga hari di tempat pengungsian selain untuk menyelamatkan diri juga untuk menghindari dari ancaman derasnya air.

Selama di pengungsian cukup berkesan banyak warga lainnya yang senasib mereka saling cerita mengutarakan kesusahannya dengan wajah penuh kekewatiran lantaran saat rumahnya ditinggalkan dalam keadaan kosong dan digenangi air. "Kita kwatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa rumah yang dilanda banjir,"kata Korban banjir, Saeful.

Semoga intentitas hujan menurun dan air yang menggenangi rumah cepat surut serta kita dapat kembali kerumah masing-masing dalam keadaan aman dan sehat.

"Sejauh ini bantuan kemanusiaan cukup tinggi datang dari berbagai kalangan ada dari Dinas Sosial dan ada juga dari intasi lainnya. Mereka rata-rata memberikan bantuan berupa mie instan dan makanan siap saji lainnya,"pungkasnya. [Sandy Zaenudin]


Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU
Line: tintahijaucom