FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Gerudug Gedung DPRD, ratusan Supir Angkot di Subang Protes Angkutan Berbasis Online

Ratusan sopir angkutan kota yang tergabung dalam Paguyuban Angkot Subang (Paksun) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Subang, Senin (26/2/2018). Mereka menolak keberadaan angkutan berbasis online yang berdampak pada menurunnya pendapatan mereka

Rombongan massa para sopir angkot tiba di halaman Gedung DPRD sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka langsung menggelar orasi bergantian. Dalam orasinya mereka mengungkapkan pendapatannya anjlok akibat hadirnya angkutan online. Kemudian meminta bantuan DPRD agar memperjuangkan nasib para sopir angkut. Namun mereka kecewa saat mengetahui tak ada anggota dewan yang bisa menemui dengan alasan tengah melakukan kunjungan kerja.

Dalam orasinya para sopir angkot menuntut agar operasional angkutan online dihentikan, sekaligus pula menghapus aplikasi pendukungnya. Selain itu meminta kepolisian agar terus mensosialisasikan larangan anak sekolah yang belum cukup umur supaya tak menggunakan sepeda motor saat mereka ke sekolah.
Angkot taat aturan

"Sudah puluhan tahun kami mengikuti aturan pemerintah, kini kami dirugikan dengan hadirnya angkutan online. Kalau kami ini mengangkur penumpang sesuai ijin trayek yang sudah ditentukan. Sedangkan angkutan online berplat nomor bisa bebas kemana saja," kata seorang sopir Eman dalam orasinya.

Dia mendesak agar dinas teknis terkait segera menertibkan izin operasional angkutan online di Subang. Apalagi jumlah mereka kini semakin banyak. "Kami minta tutup aplikasi taksi dan ojek online, pemerintah jangan memberi ijin angkutan online di Subang," kata dia.

Sopir angkot lainnya Iyeng menambahkan hadirnya taksi dan ojek online di Subang membuat pendapatan mereka menurun. "Bayangkan sebelum ada taksi dan ojek online kami sehari dapat Rp 200 ribu, sekarang cuma Rp 75 ribu, itu udah untung," kata Iyeng.

Kehadiran massa sopir angkot diterima secara langsung Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Subang Rona Mairansyah bersama pejabat dishub lainnya. Perwakilan sopir angkot melakukan audiensi di ruang rapat DPRD. Dalam audiensi tersebut, tidak ada satupun anggota DPRD yang hadir dikarenakan sedang melakukan kunjungan kerja.

Kepala Dishub Subang Rona mengatakan pemerintah akan selalu berpegang teguh pada aturan. Sehingga apapun keinginan yang disampaikan para sopir angkot ini akan dijawab sesuai aturan itu. "Kami akan berpegang pada aturan pemerintah, oleh karena itu kami akan segera panggil penyedia jasa online dan pengusaha angkot untuk bersama-sama mencari solusi terbaik,' kata dia

Dapatkan kilasan berita lainnya via:
Twitter: @TINTAHIJAUcom
FB: REDAKSI TINTAHIJAU


Twitter Update

KPK Selenggarakan Kelas Mendongeng Sebagai Kampanye Anti Korupsi https://t.co/xldZ87tW5C
Kemarau Panjang, Petani Bantarwaru Majalengka Tanam Palawija https://t.co/Mq3SOvWfgU
Ada 7 Ciri-ciri Anak Autisme. Jika dari ketujuh ciri ini dijawab minimal dua dengan jawaban tidak, maka itu sudah… https://t.co/intyqQMojh
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page