FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

LSM BBC Garda Jerman Sebut Pelaporan ke Kejati Berdampak Kunjungan ke Sariater

SUBANG, TINTAHIJAU.com - LSM BBC Garda Jerman Subang sesalkan pelaporan LSM Aksi atas dugaan kasus di PT Sariater ke Kejati Jabar.

Ketua LSM BBC Garda Jerman Subang, Iman Jaelani, mengaku kecewa dengan pelaporan LSM AKSI yang diketuai Warlan. Menurut Iman dengan pelaporan tersebut bisaberpengaruh kepada pengunjung pariwisata Sari Ater yang kini semakin sepi.

"Kami atas nama putra daerah Ciater merasa sangat kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh Warlan yang mengimbas kepada sepinya pengunjung pariwisata sari ater, dan komunitas para pedagang mengeluhkan sekali bahwa pengunjung akhir-akhir ini sangat berkurang tidak seperti biasanya," ujar Iman dalam rilis yang diterima TINTAHIJAU.com

BACA: Diduga Rugikan Negara Rp19 Miliar, PT Sariater Subang Dilaporkan Ke Kejati

Iman mempertanyakan dasar laporan Warlan kepada Kejati tersebut tersebut. "Kami ingin menindaklanjuti pelaporan tersebut dengan beberapa factor, yang pertama atas dasar apa sodara Warlan melaporkan tindakan tersebut sehingga mengimbas kepada sepinya pengunjung?," tanyanya.

Sebaliknya, dengan pelaporan tersebut dia menuding, Ketua LSM AKSI diduga hanya sekedar sensasi belaka untuk menaikan pamor di kalangan LSM di Subang. "Apakah sodara warlan sebelum melakukan pelaporan sudah memiliki data yang kongkrit terlebih dahulu? Jika hanya bicara katanya tanpa ada bukti yang otentik, sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu jangan sampai membuat kegaduhan di lintas sektor sari ater dan sekitarnya," tuturnya.

Iman menganjurkan, jika ingin memperbaiki dan merubah sistem di kalangan pengelola wisata sari ater sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak pengelola dan dinas terkait.

"Jangan asal bicara. Jangan mentang-mentang sodara warlan (Aksi) adalah salah satu anggota organisasi jadi seenaknya saja berbicara di publik yang setiap orang memiliki persepsi berbeda lagi-lagi LSM dan ormas yang ada di subang selalu membuat kegaduhan di setiap sektor kalangan yang ada justru kami jadi bertanya-tanya apakah fungsi dan makna LSM dan ormas tersebut sehingga setiap harinya selalu membuat kagaduhan di kalangan masyarakat," papar Iman

Padahal masyarakat tidak pernah mencampuri urusan lsm dan ormas tetapi kenapa lsm dan ormas inilah yang selalu merusak dan membuat kegaduhan di sektor masyarakat terbawah sekali pun yang sering di atas nama kan. "Dan kini lagi-lagi masyarakat dijual namanya untuk kepentingan pribadi," pungkasnya

Sebelumnya Ketua LSM Anti Korupsi Seluruh Indonesia (AKSI), Warlan, melaporkan PT. Satiater ke Kejati dengan dugaan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp19 miliar. Menurut Warlan, pihaknya kini telah melaporkan kasus dugaan penggelapan Dana dan Lahan ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dengan berbagai barang bukti yang dimilikinya.

"Kerugian total 19 milyar ini terdiri dari berbagai kasus. Pertama, dugaan manipulasi dan penyimpangan pembelian lahan senilai 12 Milyar dan sewa lahan 750 juta dari tahun 2013-2018. Kedua Sariater tidak membayar PAD sebanyak 6,5 milyar lebih kepada Pemkab Subang pada tahun 2017," ujar Warlan.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YoTube: TINTAHIJAU Channel

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Menjaga Kesehatan Mental Ditengah Pandemi dengan Skincare https://t.co/P13CsKvKHv
Alhamdulillah, Hari Ini Kasus Covid-19 di Subang Nihil Penambahan https://t.co/YgJ7RETD65
BPBD Majalengka Ingatkan Potensi Bencana saat Musim Hujan https://t.co/nFxdBJnqwx
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter