FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Empat TKI Bermasalah asal Subang Dipulangkan dari Yordania

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Sebanyak Empat Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) asal dipulangkan dari tempat asal kerjanya, Yordania  Sabtu (20/4) malam. Proses pemulangan (repatriasi) 51 TKIB dilakukan dengan memanfaatkan program amnesty (pengampunan atas pelanggaran/kesalahan hukum) yang sedang diberlakukan pemerintah Yordania.

Dikutip dari republika.co.id, Kasubdit Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kementerian Ketenagakerjaan, Yuli Adiratna mengungkapkan pemulangan TKI ini sebanyak 51 TKI yang dipulangkan. Dari jumlah tersebut sebanyak 35 orang dari Jabar,diantaranya dari Indramayu (9), Cirebon dan Karawang (5), Sukabumi dan Purwakarta (3), Bekasi, kabupaten Bandung, Cianjur (2) dan Subang (4).

BERITA TERKAIT:
Kado Ultah ke-71 Subang, TKW asal Dawuan Pulang Tinggal Nama
Jadi TKW, Keluarga Wakil Ketua DPRD Tewas di Taiwan
Tewas, TKW Subang Terjatuh dari Lantai 12 di Penang Malaysia
16 Tahun Jadi TKW, Warga Cipeundeuy Subang Pulang Tinggal Nama


Sepuluh pekerja migran dari provinsi Banten yakni Tangerang (8) dan Serang (2). Berikutnya dua pekerja migran masing-masing dari provinsi NTB (Sumbawa dan Lombok Tengah), Jawa Tengah (Pekalongan) dan provinsi Jawa Timur (Jember dan Banyuwangi).

Pemulangan 51 PMIB ini merupakan tahap ketiga dengan jumlah terbesar pemulangan WNI sejak dua tahun terakhir. Pada bulan sebelumnya proses repatriasi telah dilakukan dalam dua tahap yang seluruhnya seluruhnya berjumlah 38 orang. "Program amnesti tahun 2019 ini dimanfaatkan pemerintah untuk mempercepat proses pemulangan para pekerja migran yang bermasalah di Yordania," kata Yuli

Yuli mengatakan mayoritas peserta program ini adalah pekerja migran bermasalah yang berstatus ilegal (tidak berdokumen), yang telah berdomisili di Yordania lebih dari delapan tahun. "Di sana masih ada sekitar 1.040 orang PMI  yang menunggu program amnesty. Pemerintah melakukan berbagai upaya agar proses repatriasi berjalan lancar. Ini bentuk perlindungan bagi pekerja migran," kata Yuli.

Sementara itu,  Dubes KBRI Amman, Andy Rachmianto mengatakan program amnesty pemerintah Yordania ini harus dimanfaatkan sebenar-benarnya, karena program ini tidak selalu ada setiap tahunnya. "Kami menargetkan setidaknya 50 persen dari WNI yang berstatus illegal dapat dibantu kepulangannya," kata Dubes Andy.

Kebijakan Amnesti ini diberlakukan selama 6 (enam) bulan, terhitung sejak tanggal 12 Desember 2018 dan akan berakhir nanti tanggal 12 Juni 2019.  Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan program ini, KBRI Amman telah melakukan berbagai sosialisasi baik dengan pertemuan langsung, telepon, maupun melalui media sosial.

Suasana haru tercipta saat para PMIB bertemu keluarganya yang menjemput di bandara. "Alhamdulillah bisa pulang melalui amnesty Yordania. Jadi bisa pulang gratis dan proses kepulangannya pun sangat cepat, " kata Altarmini (35) asal Bandung yang telah bekerja lima tahun di Yordania.

Altarmini terharu dan terisak saat anak dan orangtuanya menjemput di Bandara Soetta. Sementara Tania (31) pekerja migran dari Cianjur mengaku senang bisa kembali ke tanah air. "Saya senang bisa kembali ke tanah air dengan cepat dan tanpa beaya. Semua hak-hak kami pun sudah dilunasi. Tak ada masalah, " ujar Tania yang telah tujuh tahun berpisah dengan keluarganya.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel