FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Terserang DBD, Dua Warga Cisalak Subang Meninggal Dunia

SUBANG, TINTAHIJAU.com -  Kasus kematian akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) terjadi di wilayah Cisalak, Subang. Dua orang dikabarkan meninggal dunia akibat DBD.

Nur Mulyana, warga Desa Pakuhaji, Kecamatan Cisalak mengabarkan, dalam beberapa hari ini, sudah dua warag yang meninggal akibat DBD. Nur meminta, Dinas Kesehatan segera melakukan pengasapan untuk menekan jatuhnya korban yang diakibatkan nyamuk aedes aegypti.  "Sudah ada dua warga yang meninggal dunia akibat DBD. Kami minta, pemerintah secepatnya ada pengasapan di kampung saya," kata Nur Maulana kepada TINTAHIJAU.com

Menurut keluarga almarhum Usin (65), Nandang Komara (41) kejadian tersebut membuat masyarakat kampungya semakin resah. "Kami berharap segera dilakukan pemogingan," kata Nandang, Sabtu (29/6/2019).

Lebih lanjut, Nandang menjelaskan bahwa masyarakat sudah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak desa. "Ya, kami ingin segera dilakukan pemogingan," tambahnya.

Selain dua orang yang meninggal dunia, warga lain yang masih dirawat, diantaranya Karisma Wati (20) asal Kampung Cilandesan RT 02/01 dirawat di RS Ciereng Subang, Eet (48) kampung Cilandesan RT 02/01, dan Witri (17) asal Kampung Cilandesan RT. 03/01 dirawat di Klinik Tanjungsiang.


Atas peristiwa itu, Kepala Desa Sokayana mengatakan, masyarakat meminta dilakukan foging. Mereka waswas, penyakit yang ditsebabkan dari nyamuk aedes aegifty itu kembali memakan korban jiwa. "Untuk tindak lanjut, kami langsung melaporkan ke pihak puskesmas untuk meminta melakukan foging. Dan tembusan ke pihak kecamatan," kata Kades dikutip dari mediajabar.com

Hingga berita ini diupblish, belum ada tanggapan dan konfirmasi dari Dinas Kesehatan Subang.

Demam berdarah atau demam dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau/ beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai "breakbone fever" atau "bonebreak fever" (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.

Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.


Terdapat empat jenis virus dengue. Apabila seseorang telah terinfeksi satu jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya. Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu singkat. Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia mungkin akan mengalami masalah yang serius.

Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada.

Apabila seseorang terkena demam dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah. Jika seseorang mengalami kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi darah (diberikan darah dari orang lain).

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel