FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Mahasiswa Atmajaya Ciptakan Biogas dari Kotoran Sapi di Desa Ponggang Subang

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Mahasiswa Atmajaya Jakarta sukses menciptakan Energi Terbarukan, Biogas dari kotoran sapi di Desa Ponggang Kecamatan Serangpanjang, Subang.

Pemanfaatan kotoran ternak menjadi Biogas itu dilakukan saat mereka melakukan proyeknya di ujung Selatan-Barat Kabupaten Subang. Dengan bekerjasama National University of Singapore (NUS), Mahasiswa Atmajaya sukses menciptakan Biogas dari Kotoran Ternak yang dikerjakan dari 4-11 Juli 2019 ini

Kepala Desa Ponggang Asep Suryana mengatakan di tengah kelangkaan ketersediaan Gas, karya mahasiswa Atmajaya ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat setempat.

"Kita sering mengalami yang namanya kelangkaan gas. Dengan adanya kegiatan ini, Insya Allah nantinya yang asalnya masalah, menjadi berkah. Seperti kotoran ternak bisa diimplementasikan digunakan menjadi gas yang bermanfaat. Apalagi ternak di wilayah cibitung itu banyak," kata Asep

Dengan temuan itu, jelas Asep, selain bisa dimanfaatkan untuk Biogas, kotoran hewan yang tersisa dari gas bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Ke depan, jelas Asep, sinergitas antara Atmajaya dengan Pemkab Subang dalam kegiatan prodouksi Biogas akan lebih ditingkatkan volumenya,

Bupati Subang H Ruhimat mengapreisasi karya mahasiswa Atmajaya itu. Menyulap kotoran hewan menjadi Biogas ini menjadi titik awal untuk dilakukan pembinaan untuk pengembangan para peternak supaya multifungsi. Apalagi, kata Bupati, kebanyakan warga di Desa Ponggang merupakan peternak.

"Tentunya yang biasanya kurang manfaat, tapi dengan dibimbing oleh pihak Atmajaya dan NUS mudah-mudahan masyarakat di sini tidak perlu lagi untuk membeli gas LPG," katanya.

Ruhimat berharap, energi terbarukan karya Mahasiswa Atmajaya ini harus diperluas cakupan dan volumenya. Dengan dmeikian, dia berharap, kerjasama harus ditingkatkan meskipun mereka sudah pulang ke kampusnya.

"Saya berharap ke depan jangan hanya di Desa Ponggangm tapi bisa dilaksanakan did aerah lain juga. Saya ucapkan terima kasih, semoga kerjasamanya mampu meningkatkan SDM masyarakat, yang mengarah kepada Jawara Daya,” harapnya.

Dosen Fakultas Tehnik Universitas Katolik Atmajaya, Enny Widawati mengatakan karya mahasiswanya itu merupakan implementasi karya ilmiah di Perguruan Tinggi. Di bagian lain, karya yang dihasilkan mahasiwanya itu sebagai bagian dari bukti mahasiswa sebagai agen peruaban di masyarakat.

Hal tersebut membuat mahasiswa semakin gigih untuk berjuang untuk masa depannya dan semakin tahu menjadi pemimpin seperti apa.

"Seorang pemimpin yang peduli kepada masyarakat. Saya sangat berterima kasih kepada Bupati Subang yang telah memberikan kesempatan kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Kami sebagai pendidik khususnya, sangat berterima kasih juga sudah boleh mempunyai proses-proses kehidupan bersama warga di Desa Ponggang,” katanya.




FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIAJUcom
Youtube: TINTAHIJAU Channel


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban di Karawang Saat Pandemi COvid-19 https://t.co/gOdROKtCaC
1,5 Tahun Jadi Bupati Subang, Ruhimat: Jangan Sampai Kita Kerja Biasa-biasa Saja https://t.co/Jm7FocXNh3
Dengan Sistem Daring, Tahun Ajaran Baru di Indramayu Mulai Senin Depan https://t.co/lZzNWo92wX
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter