Kondisi SDN Cinta Wana Menanti Sentuhan Cinta Pemkab Subang

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Kondisi bangunan sekolah dasar (SD), terutama yang berstatus negeri di wilayah Kabupaten Subang banyak yang memprihatinkan. Bahkan jumlahnya mencapai 30 persen dari total 876 SD negeri dan swasta.

Mirisnya, dari ratusan sekolah yang rusak itu, ada beberapa di antaranya yang berlokasi tidak jauh dari kampung halaman Bupati Subang, H. Ruhimat. "Memang ada sekolah yang mencengangkan karena rusak dan berada di Kampung Cigebang, Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang. itu wilayahnya pak Bupati," kata Camat Serangpanjang, Indri Tandia, saat dihubungi Rabu (11/12/2019).

BERITA TERKAIT:

Ruang Laboratorium MTsN VII Majalengka Ambruk

Hari Gini, Masih Ada Sekolah Negeri di Subang Yang Jual LKS dan Pungutan Liar

Kelas Direnovasi, Ratusan Pelajar SD di Ciasem Subang Belajar di Halaman Sekolah



Di lokasi tersebut, ujar Indri, sekolah hanya memiliki siswa 60 anak. Para siswanya pun sempat belajar di lantai. Bahkan sekolah itu sama sekali tak punya toilet, serta tiang bendera terbuat dari bambu.

"Tapi sudah sebulan yang lalu dilaporkan ke Dinas, BP4D dan Dinas PUPR. Jadi bukan hanya SD tersebut, tetapi ada 7 sekolah dasar lainnya yang memiliki kondisi serupa," ujarnya.

Masalah tersebut mencuatnya setelah seorang mahasiswa Universitas Subang, Vevia Oktaviani Budianysah mengauplod keberadaan SDN Cinta Warna yang berlokasi di Kampung Cigebang, RT 13/RW 05, Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang. Dari 60 orang kelas I-VI, mereka belajar di lantai.

Pasalnya meja dan bangku tidak sanggup untuk menampung murid yang belajar. Belum lagi fasilitas dan sarana prasarana yang jauh dari layak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, H. E. Kusdinar membenarkan kalau hingga akhir tahun ini masih tercatat sekira 262 sekolah negeri maupun swasta dalam kondisi rusak berat, sedang maupun ringan. "Jumlahnya memang masih banyak, sekitar 30 persennya dari jumlah sekolah dasar sebanyak 876 SD, negeri dan swasta," kata Kusdinar.

Untuk itulah pihaknya terus berusaha melengkapi sarana dan rehabilitasi termasuk bangun baru sekolah dasar dan sekolah menengah. Hanya saja untuk anggaran dari APBD Kabupaten dipastikan minim, tetapi telah berusaha melalui Provinsi dan Pusat.

"Kami pun sudah melayangkan permohonan melalu dana alokasi khusus, yaitu dari APBN sebesar Rp 100 miliar di Tahun 2020 untuk perbaikan 500 ruangan kelas SD dan SMP," jelasnya.

sumber: galamedia


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan, Diagnosa Balita PDP yang Meniggal Karena Keracunan Makanan https://t.co/Cnof3auajz
Cara Mudah untuk Cek Arah Kiblat yang Dapat Dilakukan Semua Orang https://t.co/xATa0xsAUK
Orang Tua Khawatir dan Tak Rela Jika Anak Masuk Sekolah Saat Wabah Corona Masih Melanda https://t.co/ksLzINCdkf
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter