FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Bus yang Terguling Di Subang Gunakan Komponen Rem yang Bukan Standar


Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat mengungkapkan penyebab bus pariwisata PO Purnamasari terguling di Subang, Jawa Barat, adalah karena sistem pengereman yang telah dimodifikasi.

Berdasarkan temuan polisi, modifikasi pada sistem pengereman bus itu tidak sesuai standar pabrikan bus tersebut.

"Modifikasi tersebut dilakukan pada katup pengisian empat jalur untuk angin. Komponen tersebut seharusnya terbuat dari pipa besi, namun dimodifikasi menggunakan selang berbahan karet dan tidak dilengkapi alat pengunci," kata Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Eddy Djunaedi di Mapolda Jabar, Bandung, Selasa (22/1).

Ia menyebut pengganti alat pengunci itu menggunakan karet ban dalam bekas.

Sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan barang bukti, kecepatan awal bus maut tersebut mencapai 80 Km/jam.

"Lalu pada saat titik bentur berhenti pada kecepatan 51,5 Km/jam. Selain itu tidak ditemukan jejak pengereman di TKP sepanjang 150 meter," ucap Eddy.

Untuk mendalami temuan tersebut, Eddy menyatakan pihaknya akan memanggil mekanik yang memodifikasi fungsi rem bus.

Seperti diketahui, bus pariwisata PO Purnamasari mengalami kecelakaan tunggal dengan kondisi terguling pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 17.15 WIB. Bus yang bergerak dari arah Bandung menuju Subang itu terguling di turunan jalan Palasari, Kampung Nagrok, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Bus diketahui membawa 61 penumpang, 54 di antaranya orang dewasa, lima anak-anak serta satu kernet dan sopir. Akibat kecelakaan tersebut, sopir tewas bersama delapan penumpang lainnya. Sedangkan korban luka berat 10 orang dan 20 luka ringan.

Dishub Diperiksa

Selain mengungkap penyebab kecelakaan, Dirlantas Polda Jabar juga telah memintai keterangan petugas penguji kelaikan kendaraan dari Dishub Majalengka yang mengesahkan bus pariwisata bernomor polisi E 7508 W tersebut.

"Diketahui bus tersebut buatan 2005. Pemilik pertama bus tersebut adalah PO Safari kemudian dibeli oleh Vilga Vilgiawan, pemilik PO Guvilli dan sudah atas nama sendiri. Kemudian bus tersebut dijual kepada Fadli A pemilik PO Purnamasari yang selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Laka Lantas Polres Subang," ujar Eddy.

Diketahui pula dari hasil pemeriksaan bus terdapat perbedaan warna kendaraan.

"Dimensi panjang berubah menjadi 12.000 mm dari 11.945 mm serta dimensi ROH berubah menjadi 3.600 mm dari semula 3.600 mm dan dimensi FOH dari 2.335 menjadi 2.400 mm," kata Eddy.

Sumber: CNNIndonesia

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Gotong Royong Subang https://t.co/mIlH9y1xDc
Sambut New Normal, Hotel dan Resto di Subang Mulai Kuda-kuda https://t.co/dE4toZS6ae
Bukan Hanya Saat Pandemi Covid-19, Dedi Mulyadi: Pemangkasan Anggaran Harus Jadi Tradisi https://t.co/iNjEeCTNaM
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter