Kades Jalupang Kaget, Desanya Jadi Tempat Pembuangan Sampah

KALIJATI, TINTAHIJAU.com- Kepala Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati dibuat kaget dengan kebijakan Pemkab Subang yang menjadikan daerahnya sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Pemkab Subang memindahkan TPA Sampah dari daerah Panembong ke Jalupang. Pemindahan ini disebabkan TPA Panembong sudah tidak mampu menampung dan kondisi lahan di daerah tersebut memungkinkan.

Sebagai alternatifnya, Pemkab memindahkan ke daerah Jalupang. Kades Jalupang Adi Karta SP menyatakan kaget dengan dipilihnya Desa Jalupang sebagai TPA.

Adi mengatakan, sebenatnya dia sudah tahu informasi tersebut. Namun selama ini, rencana itu dianggap hanya wacana saja. "Jadi kesannya itu gimana gitu. Ya, saya mah kaget aja," kata Adi pada sosialisasi TPA di Kalijati

Diakui Adi, banyak warganya yang menolak dengan rencana Pemkab tersebut. Sebagai Kades, Adi mengaku dilema. DI satu sisi dia harus mendengarkan aspirasi warganya, di sisi lain, dia harus emmatuhi kebijakan Pemkab

"Jadi gimana ya pak. Saya itu dilema. Disatu sisi saya itu kepala desa yang notabene sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah daerah/bupati, tapi disisi lain saya juga sebagai wakil dari masyarakat," paparnya.

Salah seorang warga Taufik Kurnia menegaskan penolakannya. Dia beralasan, dengan adanya TPA itu akan berdampak pada warga setempat. Selain masalah pencemaran lingkungan akan berdampak pada pencemaran udara

"Asal bapak-bapak ketahui, bau dari sampah ini tidak akan tercium oleh bapak-bapak, tapi oleh kami, Oleh anak cucu kami dikemudian hari," ucap Taufik dalam sosialisai tersebut

Alasan lain penolakan Taufik menilik dari keberadaan Kalijati. Menurunya, Kalijati yang memiliki sejarah kemerdekaan RI, diaggap tidak elok jika nantinya menjadi 'Kota Sampah'

"Bisa dibayangkan, dengan adanya TPA ini, daerah yang harusnya menjadi lautan sejarah kedepan akan menjadi lautan sampah. Tolonglah dipikirkan lagi, toh Subang ini kan luas," tandasnya

Plt Kadis Lingkungan Hidup, Rona Mediansyah mengatakan dalam kegiatan sosialisasi ini untuk mendapatkan titik temu dan mencari solusi terbaik

"Ini awal dari sosialisasi pemindahan TPA sebagai bentuk titik temu Pemerintah dengan masyarakat. Walaupun memang ada yang setuju atau yang tidak setuju, itu bukan berarti tidak setuju, akan tetapi kita bicarakan solusi agar tidak ada dampak untuk masyarakat," papar Rona.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom




Banner Kanan 1
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Potong Gaji DPRD, Fraksi Golkar Berbagi Beras untuk Warga Terdampak Corona https://t.co/tSSfuCf9Dg
Neng, kamu #DiamDiRumah aja, pada saatnya Aa datang untuk melamarmu https://t.co/Ighj4QUK89
Cegah Corona, APINDO Subang Hibahkan 1 Ton Kain untuk Dibuat Masker https://t.co/8xXvlXsZ5s
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page