2 Desa di Sumedang Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Cimande



Banjir akibat luapan Sungai Cimande masih menggenangi Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020).

Banjir dari luapan Sungai Cimande tersebut terjadi akibat hujan deras yang terjadi sejak Senin (30/3/2020) siang hingga malam hari. Banjir tersebut mulai menggenangi permukiman warga di dua dusun di Desa Sukadana.

Kepala Desa Sukadana Dadang Supriatna mengatakan ketinggian air saat ini masih sekitar 1-2 meter di beberapa titik. Akibatnya, warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BACA JUGA:
Dampak Corona: Listrik 450 VA Gratis 3 Bulan, 900 VA Diskon Separuh
Bupati Subang H Ruhimat Pesan Perantau Tidak Pulang Kampung
Ditanya Potensi Lockdown, Ini Jawaban Bupati Subang
Dedi Mulyadi: Pemerintah Harus Beri Bantuan Khusus untuk Buruh Tani, Perkebunan dan Nelayan


"Kejadiannya mulai sore kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Ada empat RW di dua dusun yang terdampak banjir itu," kata Dadang saat saat dimintai konfirmasi, Selasa (31/3/2020).

Kata Dadang, sedikitnya ada 200 keluarga yang terdampak banjir, sehingga warga yang terdampak untuk sementara mengungsi. Mereka juga membutuhkan sejumlah bantuan.

"Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah makanan, alat-alat tidur seperti kasur, selimut, dan lainnya. Soalnya, mayoritas korban terdampak hartanya ludes terendam banjir bandang," kata Dadang.

Upaya penanganan, kata Dadang, pihak desa saat ini sudah mendirikan posko bantuan banjir. Posko tersebut nantinya akan digunakan sebagai informasi kedaruratan dan antisipasi apabila terjadi banjir susulan yang menerjang Desa Sukadana.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Lakbok yang terdampak banjir, Rusi Ridwan Firdaus, menuturkan harta bendanya sudah tak tersisa lagi akibat terendam banjir.

"Sudah habis semua. Perabot rumah tangga, alat elektronik, semuanya hancur terendam banjir," tutur Rusi.

Kata Rusi, banjir yang menerjang Desa Sukadana kali ini adalah banjir terbesar yang pernah terjadi selama beberapa tahun ini. Meski setiap tahunnya banjir, banjir kali ini cukup parah.

"Seumur-umur memang suka banjir. Tapi ini yang paling parah. Saya mohon pemerintah berikan solusi. Sungai Cimande juga sudah dangkal," ucap Rusi.

Warga lainnya, Olih, juga mengatakan Sungai Cimande saat ini kondisinya dangkal. Setiap tahun mengalami pendangkalan yang cukup signifikan.

"Dulu kedalaman sungai bisa sampai 4 meter. Kalau sekarang mah paling 2 meter. Kalau banjir besar dari hulu, wilayah kami yang terdampak," ujarnya.

Sumber: detik | Foto: Istimewa

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


Twitter Update

Bulan Juni Ini Akan Ada 14 Fenomena Alam Langka, Catat Tanggalnya https://t.co/9rdosQCNEh
Pemkab Purwakarta Pastikan Pertokoan dan Pusat Perbelanjaan Jalankan Protokol Kesehatan New Normal https://t.co/AqG5CxzfjK
Kondisi Lalin di Tol Cipali Subang Terpantau Lengang https://t.co/uTc7ojYLEI
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter