FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kronologi Penangkapan Mantan Sekretaris MA, Nurhadi di Simprug

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan keterangan seputar penangkapan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Nurhadi ditangkap tanpa perlawanan.

Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono ditangkap KPK pada Senin (1/6) di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Keduanya menjadi buronan KPK hampir 4 bulan.

Konferensi pers pengumuman penangkapan Nurhadi kemudian dilaksanakan di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020). Selain itu, konpers disiarkan langsung di YouTube KPK RI.

Konpers pengumuman penangkapan Nurhadi dilakukan tetap menggunakan protokol penanganan COVID-19. Konpers dipimpin oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Turut hadir Deputi Penindakan KPK Karyoto dan Plt Jubir KPK Ali Fikri.

"Kami pada hari Senin, tanggal 1 Juni 2020, tim KPK menangkap tersangka NHD dan RHD," kata Nurul Ghufron di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dua tersangka Nurhadi dan Rezky turut dihadirkan dalam konpers tersebut. Kedua tersangka terlihat berdiri menghadap ke dinding dengan memakai rompi tahanan. Tak lama kemudian, kedua tersangka dikembalikan ke ruang pemeriksaan.

Nurhadi bersama Rezky Herbiyono (RHE) dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) dijerat sebagai tersangka oleh KPK pada 16 Desember 2019.

BACA JUGA:
Kejari Subang Berambisi Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi
Sebut Berkah Ramadan, Romahurmuziy Tinggalkan Rutan KPK
Polres Majalengka Ikut Buru Buronan KPK Harun Masiku
Terima Uang Suap, KPK Tetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai Tersangka

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA, sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Penerimaan tersebut terkait, pertama, perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Berikut penjelasan lengkap KPK soal detik-detik penangkapan dan penahanan Nurhadi:

Kronologi Penangkapan Nurhadi

Nurhadi ditangkap di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

"Hari Senin, tanggal 1 Juni 2020, tim KPK melakukan penangkapan terhadap tersangka NHD (Nurhadi) dan RHE (Rezky Herbiyono)," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

Berikut kronologi penangkapan Nurhadi dan Rezky yang dijelaskan Nurul Ghufron:

Februari 2020

KPK menetapkan status DPO terhadap tersangka NHD, RHE, dan HS. Sejak ditetapkan DPO, penyidik KPK dengan dibantu pihak Polri terus aktif melakukan pencarian terhadap orang dalam DPO, antara lain dengan melakukan penggeledahan rumah di berbagai tempat, baik di sekitar Jakarta maupun Jawa Timur.

1 Juni 2020

Pukul 18.00 WIB

Tim penyidik KPK mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan dua tersangka yang berstatus DPO tersebut. Selanjutnya berdasarkan informasi tersebut, tim bergerak ke Jl Simprug Golf 17 No 1, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian NHD dan RHE.

Pukul 21.30

-Selanjutnya dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeledahan, penyidik KPK mendatangi rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan.

-Awalnya tim penyidik KPK bersikap persuasif dengan mengetuk pagar rumah, tapi tidak dihiraukan. Kemudian penyidik KPK dengan didampingi ketua RW setempat dan pengurus RT setempat melakukan upaya paksa dengan membongkar kunci pintu gerbang dan pintu rumah tersebut.

-Penyidik KPK berhasil masuk ke dalam rumah, di salah satu kamar ditemukan tersangka NHD dan di kamar lainnya ditemukan tersangka RHE dan langsung dilakukan penangkapan terhadap keduanya.

-Selanjutnya kedua tersebut tersebut di bawa ke kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi kepentingan penyidikan.

KPK Geledah 13 Rumah

KPK telah menggeledah 13 rumah sebelum menangkap Nurhadi. KPK mengatakan 13 rumah itu disebut milik Nurhadi.

"Sudah mendatangi dan menggeledah lebih dari 13 kediaman yang semuanya diklaim sebagai rumah yang bersangkutan. KPK langsung melakukan penggeledahan dan membawa barang-barang yang ada kaitannya dengan perkara," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Hingga akhirnya KPK menemukan Nurhadi di kawasan Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Nurhadi ditangkap di rumah itu bersama menantunya, Rezky Herbiyono (RHE).

"KPK langsung melakukan penggeledahan dan membawa barang-barang yang ada kaitannya dengan perkara," katanya.

Selain itu, Ghufron menyebut sempat ada drama buka paksa saat menangkap Nurhadi. Saat itu, kata Ghufron, KPK juga sudah memanggil ketua RT setempat untuk melakukan buka paksa, lantaran pintu tidak kunjung dibuka saat tim KPK datang untuk menangkap Nurhadi.

"Iya, pintu tidak dibuka, KPK koordinasi dengan RT setempat untuk buka paksa agar disaksikan, baru kemudian dibuka paksa. Itu infonya rumah kontrakan. Karena rumah dia dan beberapa rumah lain yang disebut dikontrak NH sudah beberapa kita geledah. Baru sekarang yang dapat (Nurhadi)," ucapnya.

Nurhadi Ditahan di Gedung 'C1' KPK

Penahanan Nurhadi dan Rezky berlangsung 20 hari sejak hari ini di gedung C1 KPK.

"Penahanan Rutan dilakukan kepada 2 orang tersangka tersebut selama 20 (dua puluh) hari pertama terhitung sejak tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan 21 Juni 2020 masing-masing di Rumah Tahanan KPK Kavling C1," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020)

Penahanan dilakukan untuk pengembangan kasus tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi. Sebelum ditahan, KPK melakukan pemeriksaan terhadap Nurhadi dan Rezky.

"Setelah pemeriksaan, penyidik KPK melakukan penahanan di rutan terhadap 2 tersangka tersebut yaitu NHD dan RHE sebagai pengembangan perkara tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi terkait perkara di MA pada tahun 2011-2016," ucap Ghufron.

Nurhadi Dipamerkan KPK Sekira 5 Menit

Nurhadi dipajang saat konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun Nurhadi tidak ditampilkan lama oleh KPK, kenapa?

Nurhadi ditampilkan oleh KPK di ruang konferensi pers, gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020). Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, memakai rompi tahanan KPK dan menghadap ke arah tembok.

Nurhadi dan Rezky dipajang kurang-lebih 5 menit untuk dokumentasi. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan alasan kenapa Nurhadi dan Rezky tidak dipajang hingga akhir.

"Perlu kami jelaskan dulu, kenapa para pihak yang kami tangkap itu kami kembalikan ke tempatnya, karena memang proses pemeriksaan masih berlangsung. Yang penting kami telah publikasi dan yang bersangkutan telah berada di KPK. Ini paling penting yang bersangkutan dihadirkan karena pemeriksaan masih berlangsung. Jadi kami kembalikan ke pemeriksaan," kata Ghufron.

Nurhadi Bungkam Usai Diperiksa KPK

Nurhafi dan Rezky langsung ditahan KPK selama 20 hari pertama.

"Penahanan rutan dilakukan kepada dua orang tersangka tersebut selama 20 (dua puluh) hari pertama terhitung sejak 2 Juni 2020 sampai 21 Juni 2020 masing-masing di Rumah Tahanan KPK Kavling C1," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

Nurhadi dan Rezky keluar gedung KPK sekitar pukul 15.00 WIB. Nurhadi dan Rezky terlihat memakai rompi tahanan.

Keduanya tampak memakai masker. Nuhadi dan Rezky tak berkomentar apapun saat dibawa menuju mobil tahanan.

Telihat keduanya dikawal oleh pegawai KPK. Keduanya dibawa dengan dua mobil yang berbeda.

KPK Tepis Isu Nurhadi Ada Pengawalan

KPK menyatakan tidak mendapatkan halangan yang berarti saat menangkap Nurhadi kemarin malam.

"Faktanya sampai tadi malam kami berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk kemudian bersama-sama menangkap, bahwa kami kemudian masuk tidak ada sedikitpun halangan. Jadi kalau memang kemudian ada yang menyatakan dikawal, dijaga, kami memasuki ruangan itu tanpa ada sedikitpun halangan dari pihak manapun," kata Wakil Ketua KPK Nutul Ghufron di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

Hanya saja, Ghufron mengatakan Nurhadi sempat tidak membukakan pintu rumahnya saat tim KPK datang. Ia menyebut tim KPK sampai membuka paksa rumah yang dihuni Nurhadi dan menantunya.

"Hanya yang bersangkutan memang tidak membukakan pintu karena mungkin dia takut atau apapun gitu ya sehingga dia tidak membuka pintu, kami membuka paksa saja. Tapi tidak ada halangan atau hambatan apapun dari pihak-pihak manapun," ujarnya

Meski demikian, Ghufron mengatakan pihak tetap melakukan penyelidikan terkait ada kemungkinan pihak-pihak yang membantu pelarian Nurhadi. Menurutnya, pihak yang sengaja membantu Nurhadi bakal dijerat Pasal 21 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang obstruction of justice atau merintangi penyidikan.

"Ya kalau itu benar, maka diduga melanggar Pasal 21 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah ke UU 20 Tahun 2001. Maka kepada pihak-pihak tersebut tentu akan kami tindak tegas menggunakan Pasal 21," tuturnya.

KPK Janji Kembangkan Korupsi Nurhadi ke Pencucian Uang

KPK tak menutup kemungkinan Nurhadi uga bakal dijerat tindak pidana pencucian uang.

"Sekali lagi, itu sangat terbuka untuk dikembangkan ke TPPU (tindak pidana pencucian uang)," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

Ghufron mengatakan, Nurhadi bisa saja dijerat pencucian uang selama ditemukan bukti adanya proses penyamaran atau penyembunyian asal usul hartanya yang berasal dari tindak pidana korupsi. Ia menyebut KPK bakal mendalami seluruh hasil barang bukti di kasus Nurhadi yang sempat buron itu.

"Yang akan kami terus dalami berdasarkan hasil tangkapan terhadap DPO tersebut. Artinya sangat terbuka, keterbukaannya itu melihat bagaimana hasil-hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kami kumpulkan," ujarnya.

Sumber: detikcom | Foto: Grandyos Zafna/detikcom

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Hadiri Rakor PP, Sekda Subang Ajak Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan https://t.co/geoahirTFo
Bupati Majalengka Minta Sektor Wisata jadi Lokomotif Ekonomi https://t.co/uSwnxzRL86
Bansos Tahap Ketiga Cair, Warga Subang: Kalau Bisa Sampai Akhir Tahun https://t.co/ep0aLTCw6G
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter