FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Supir Positif Corona, Bupati Majalengka Minta Satu Desa Dilockdwon

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com Bupati Majalengka Karna Sobahi meminta agar Desa Sadomas melakukan lockdown menyusul satu orang yang berprofesi sebagai supir Bus Antar Kota terkonfirmasi positif COvid-19. 

Himbauan itu dilakukan menyusul hasil tracing dan tracking pasien COVID-19 yang ketujuh di Majalengka ini, pernah melakukan kontak fisik selama melakukan karantina mandiri dengan berbagai masyarakat.

"Saya meminta agar masyarakat desa Sadomas melakukan lockdown selama 14 hari, mengingat riwayat perjalanan sopir itu sempat berbaur dengan banyak orang seperti shalat tarawih, lebaran dan interaksi lainnya. Meski sopir sendiri secara fisik dalam keadaan baik,"kata Karna dalam pernyataan tertulisnya

BERITA LAINNYA:

Kontak Erat dengan Sopir Bus, 4 Warga Majalengka Jalani Pemeriksaan PCR

Sehari Penerapan New Normal, Supir Bus di Majalengka Terkonfirmasi Positif Covid-19

 



Alasan lain mengapa pihaknya meminta agar dilakukan lockdown lokal, karena khawatir terjadi transmisi lokal penyebaran COVID-19 di Majalengka.

Jika diperlukan bantuan makanan bagi masyarakat desa setempat, Pemkab Majalengka siap memberikan subsidi. "Saya sendiri belum diketahui dari mana penularan secara pastinya, tapi besar kemungkinan akibat imported case,"ucapnya.

Sementara itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Majalengka melakukan pemeriksaan tes polymerase chain reaction (PCR), terhadap 4 orang yang memiliki kontak erat dengan sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pemeriksaan sendiri berlangsung di Desa Sadomas Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka, Selasa (2/6/2020).

Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Majalengka H Alimudin menuturkan, pemeriksaan sendiri sebenarnya diperuntukan untuk 5 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid nomor 7 Majalengka. Mereka terdiri dari isteri, dua anaknya, saudara dan kondektur sopir.

"Kalau kondektur tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas, padahal dia sudah kami undang. Kalau tempat tinggalnya di Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka,"ujar Ali saat dikonfirmasi via ponselnya, Rabu (03/06/2020).

Jumlah ini tentunya kemungkinan bisa bertambah jika memang hasil tracing dan tracking ditemukan fakta baru. Tapi hasil ini masih menunggu laporan dari pihak desa setempat dan muspika di Kecamatan Rajagaluh.

"Sesuai dengan protap, kalau yang memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 itu harus menggunakan metode tes PCR. Tidak lagi tes rapid diagnostic test (RDT, supaya hasilnya cepat terdeteksi dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari," ujarnya.

Menurut dia, setelah timnya melakukan pemeriksaan spesimen terhadap mereka, hasil tes PCR ini akan dibawa ke Laboratorium Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Djati (Unswagati) Cirebon.

"Kalau hasilnya baru bisa diketahui sekitar 2-3 hari mendatang,"ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sopir bus jurusan Rajagaluh-Cirebon-Jakarta asal Majalengka diketahui positif COVID-19. Identitas pasien berasal dari Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka, berjenis kelamin laki-laki dan berusia 52 tahun.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Jelang Idul Adha, Mentan Kunjungi Peternak di Purwadadi Subang https://t.co/XU7exO4wy9
Satu Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Subang Meninggal Dunia https://t.co/BkQGdlP9ts
Akhir Pekan, Jumlah Positif Covid-19 di Karawang Tambah Dua Orang https://t.co/jQhwpJyRYh
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter