FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Malam Ini Sebagian Wilayah Mati Lampu, Ini Kata PLN ULP Subang



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Sebagian wilayah di daerah Subang mengalami gangguan listrik sejak pukul 17.53 WIB Senin (27/9/2021). Tidak hanya Subang, Gangguan listrik terjadi di sebagian wilayah Subang Utara pada Senin (27/9) sekitar pukul 17.53 WIB.

Manager PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Subang Diah Angelia mengatakan pemadaman tersebut terjadi akibat gangguan subsytem pada pukul 17:53 SUTT PRMYA-PYNGN Trip, PLTU IDBRU unit 1 dan 2 Trip sehingga sebagian wilayah GI Karawang dan Cirebon hilang tegangan.

“Akibat hal tersebut sebagian wilayah Kabupaten Subang terdampak dan padam listrik. Saat ini sedang dilakukan Normalisasi secara bertahap,” kata Diah

Adapun wilayah yang terdampak yaitu Cibogo, Bantarwaru, Mekarwaru, Padaasih, Cikareo, Segrang, Cipancuh, Purwadadi, Belendung, Garung, Panyingkiran, Kadalangan, Jambe Anom, Pasirbungur dan Pagaden.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil menuturkan dalam memuliakan anak yatim piatu Jabar punya program Kencleng Yatim. Setiap tanggal 10 Muharram setiap desa dianjurkan berbagi kepada anak yatim.

Gerakan Ojek Makanan Balita (Omaba) juga terus digerakkan oleh kader PKK sehari dua kali termasuk diberikan kepada anak-anak yatim. "Mudah-mudahan bisa membantu gizi dan pangan anak-anak," harap Atalia.




Inisiatif Bersama
MENURUT Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar program bantuan bagi anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena COVID-19 merupakan inisiatif bersama Pemda Provinsi Jabar dan berbagai stakholders.

Bertindak sebagai motor program ini Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan pihak lain termasuk para organisasi filantropis maupun individu yang berniat membantu baik dalam bentuk material uang tunai atau barang, maupun pendidikan dan fasilitasi yang lain.

Dodo menjelaskan pendampingan bagi anak yatim korban COVID-19 ini ada beberapa strategi yang dilakukan. Jangka pendek bantuan berupa uang tunai dan barang bermanfaat.

"Jangka pendek ini berupa santunan. Santunan kepada anak yatim piatu dalam hal ini pemerintah berkolaborasi dengan rekan- rekan CSR perusahaan, dari ada forum zakat, dari asosiasi sayang anak ini sama-sama," ungkap Dodo.

Jangka menengah, pendampingan psikososial dan pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesehatan sebagai hak dasar anak yang telah dijamin konstitusi.

"Di situ juga ada anak- anak yang masih balita, anak sekolah, ada yang di atas 19 tahun. Mereka juga harus diberdayakan. Termasuk ibunya yang ditinggal suami supaya punya kemandirian," tambahnya.

Sementara program jangka panjang, pencarian beasiswa agar para yatim dan piatu bisa sekolah lanjut ke jenjang lebih tinggi alias tidak putus sekolah.   

"Termasuk untuk beasiswa perguruan tinggi. Tentu juga dalam hal ini prestasi. Yang berprestasi nanti lanjut ke perguruan tinggi dan dapat beasiswa ada program JFLS di Disdik. bagi yang memiliki keterampilan, Dinsos memiliki Pansos Remaja. Nanti jadi barbershop, barista, sehingga keluar dari situ punya kemandiri," sebut Dodo.

Diketahui pada masa pandemi Pemda Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan Perda Nomor 3 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Japri kali ini merupakan pra-event sebelum peluncuran program Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Dampak COVID-19 yang digagas Pemda Provinsi Jawa Barat bersama berbagai stakeholders yang rencananya akan dilakukan Gubernur Ridwan Kamil, Selasa (28/9/2021).




FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Gema Sholawat di Malam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sukasari Subang Allahumma Shalli Alaih https://t.co/aMfg2A4NaP
Merumuskan Pembelaaran IPA Dengan Pendekatan Quranic Socio Science https://t.co/5OXbDrSeKa
Kisah Inspiratif, Pernah Punya Hutang Milyaran dan Jadi Gelandangan Kini Sukses dengan Usaha Skincare https://t.co/3bqMe1lpLq
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter