FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Belanja Bangku, SDN Sukajaya Minta Dana ke Siswa



"Katanya untuk membeli bangku. Padahal di sekolah itu jelas-jelas ada spanduk bupati Subang "sekolah bebas pungutan". Tapi pada kenyataannya sekolah masih melakukan pungutan," kata orang tua siswa, Sri Rahayu kepada TINTAHIJAU.com, Rabu (24/7/2013).

Sebenarnya menurut Sri, uang sejumlah tersebut jumlahnya kecil, namun jika di sekolah itu satu orang tua memiliki lebih dari satu anak, hal tersebut bisa memberatkan orang tua. "Padahal sekolahkan banyak mendapat bantuan, tapi kenapa harus bayar juga," keluhnya.

Kepala sekolah SDN Sukajaya, Hj. Unengsih, mengakui pihaknya melakukan kebijakan tersebut. Unengsih menegaskan dana pungutan itu untuk untuk dibelanjakan bangku sekolah yang saat ini kondisi sudah rusak.

Pungutan sebesar Rp78 ribu tersebut, kata Unengsih, sudah disepakati orang tua siswa beberapa waktu lalu setelah melakukan rapat dengan dewan sekolah. "Baru sekarang melakukan pungutan. Sebelumnya belum pernah ada. Namun saat ini bantuan itu sangat kita butuhkan karena kondisi sekolah selain sudah mulai rusak kondisi bangku siswapun sudah pada rusak," ujar Unengsih.

Menurut Unengsih, selama bertahun-tahun sekolah tersebut belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Padahal pihaknya sudah beberpakali mengajukan proposal pengajuan. "Kita terpaksa melakukan pungutan karena selama ini kita tidak pernah mendapatkan bantuan," tuturnya.

SDN Sukajaya memiliki 384 siswa dengan 7 ruang kelas belajar. Sekilas, kondisi sekolah terlihat bagus, namun  pada beberapa titik, dinding dan lantai terdapat retakan. Bahkan ada 1 ruang kelas belajar terpaksa menggunakan alat penyanggah karena kondisinya akan roboh. "Kita akan upayakan perbaikan supaya siswa lebih nyaman, tapi sampai saat ini pemerintah tidak pernah memberikan bantuan," terangnya.

Leo, salah seorang siswa kelas enam mengaku merasa khawatir saat melakukan proses belajar karena ruangan kelas yang dipakainya di sangga oleh sebuah bambu. "Saya suka takut kalau belajar, gimana kalau tiba-tiba atap gedung sekolah rubuh," keluhnya.

Ditemui di tempat yang sama, pengawas sekolah, Amir Sukmana menjelaskan sekolah yang memiliki 7 ruangan tersebut memang kondisinya terlihat bagus, namun ada beberpa ruangan yang kondisinya rusak. "Pengajuan bantuan nggak ditanggapi, makannya beberapa waktu lalu pihak kita dengan komite sekolah melakukan rapat dan hasilnya dengan sangat terpaksa kita akan memungut iuran kepada orang tua untuk membeli bangku," tuturnya. [Warlan putra | @warlanPutra]

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

FOTO: Jumat Berkah, Anggota Polres Subang Berbagi Nasi https://t.co/vBp4K5zRrd
Sepekan New Normal, Aktivitas Pasar Kadipaten Mulai Menggeliat https://t.co/RT9F5AMdoH
437 Rumah Warga Pabuaran Subang Dipasang Stiker Keluarga Prasejahtera https://t.co/zPodepkerI
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter