FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

ITCBET

Akibat Kekeringan, Petani di Majalengka Lakukan Panen Dini

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Musim kemarau panjang yang melanda wilayah utara Kabupaten Majalengka, menyebabkan produksi gabah petani menurun. Kondisi ini disebabkan minimnya pasokan air ke sawah, akibatnya padi tidak tumbuh maksimal.

Salah seorang petani di Desa Pangkalanpari kecamatan Jatitujuh, Saprudin mengatakan para petani mulai merasakan dampak kekeringan. Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar para petani akhirnya memanen padi lebih awal.

"Produksi gabah kini menurun. Biasanya dapat satu ton, tapi sekarang berkurang sekitar tiga kuintal," kata Saprudin, Jumat(21/6/2019).

Jika tidak diantisipasi, lanjut Saprudin, petani bisa merugi. Selain pertumbuhan padi melambat, bulir padi juga kurang berisi. Kondisi ini diperparah akibat saluran irigasi dari bendungan sekitar yang sudah tidak lagi berfungsi dengan baik karena terjadi pendangkalan yang akhirnya produksi gabah petani juga menurun.

“Kami harap pemerintah segera turun tangan memperbaiki saluran irigasi agar saat musim kemarau tiba sumber air masih tetap bisa mengalir ke sawah,” harapnya.

Seperti diketahui, kekeringan akibat musim kemarau panjang memaksa para petani di sejumlah daerah di Kabupaten Majalengka melakukan panen dini. Kondisi itupun membuat  produktivitas padi pada musim kemarau menurun. "Dari daerah yang sudah panen, produksi gabahnya ada yang menurun hingga dibawah 50 persen," ujar Darini petani lainnya.

Dalam kondisi normal, terang dia, panen menghasilkan tujuh sampai delapan ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Namun saat ini, petani hanya bisa menghasilkan 2 sampai 3 ton GKP. ''Hal itu terutama dialami petani yang lahannya jauh dari saluran irigasi,'' terang ibu tiga orang anak ini.

Saprudin dan Darini menjelaskan, menurunnya hasil produksi panen itu dikarenakan petani memilih panen dini akibat sulit mendapatkan pasokan air. Dalam kondisi normal, panen baru dilakukan setelah tanaman padi berumur 100 hari. Namun, petani terpaksa memanen tanaman padinya yang baru berumur 90 hari.

"Panen dini itu akhirnya menyebabkan ukuran gabah  menjadi kecil. Selain itu, minimnya air juga membuat pertumbuhan tanaman padi menjadi tidak maksimal," tandasnya.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel




TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Hai Mom, Lakukan Cara Ini Agar Suami Bisa Tahan Lebih Lama https://t.co/qMQ2xqKI9z
Longsor di Serangpanjang Subang Nyaris Gerus Jalan Raya https://t.co/ocPla2BP5Q
Kades di Pesisir Pantura Subang Dilantik di Area Makom Karomah https://t.co/SSNaEOBMC3
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page