Hasil Panen Turun, PT PG Rajawali II Jatitujuh Berharap Pemerintah Kurangi Impor Gula

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Hasil panen Tebu PT PG Rajawali II Jatitujuh mengalami penurunan. Direktur Utama PT PG Rajawali II Jatitujuh, Audry Haris Jolly Lapian mengatakan areal yang dipanen tahun ini hanya 4 ribu hektare dari total lahan 8 ribu hektare.

Kendati demikian Audry optimis permasalahan itu akan bisa ditangani oleh pemerintah kabupaten khususnya Indramayu karena lahan yang menjadi objek penyerobotan berada di areal Indramayu. "Hasil panen kita tidak optimal karena memang ada kendala, namun hal itu bisa segera ditangani dengan bantuan Pemkab Indramayu," ujarnya Jumat (28/6/2019).

Lebih jauh Audry menegaskan, dari lahan tersebut ditargetkan 2,7 juta kuwintal dengan asumsi 600 kuintal dengan randemen 8 persen yang dihasilkan dari luas satu hektare. Mengingat tahun ini cuacanya cukup mendukung sehingga target randemen 8 persen sangat realistis.

Namun yang perlu diwaspadai, kata dia, lahan terbakar di wilayah PG Jatitujuh setiap tahun cukup besar. Kondisi itu membuat randemen tebu bisa turun. "Kalau itu terjadi target-target bisa tidak tercapai sehingga perlu kerja keras dari seluruh stakeholder," ujarnya.

Di bagian lain, Audrey juga berharap pemerintah tidak terlalu banyak mengimpor gula dari luar. Sehingga tebu-tebu petani di 22 desa penyangga di wilayah Kecamatan Kertajati dan Jatitujuh, Majalengka bisa dibeli oleh pemerintah.

Sementara itu kepala Dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Majalengka Iman Firmansyah berjanji akan membantu petani tebu dengan cara memberi subsidi pupuk. Tahun 2018 lalu ada bantuan pupuk untuk per hektar mendapat 525 kg pupuk. Tahun ini akan ada bantuan untuk 4000 hektare.

"Kita akan ajukan ke pemerintah pusat maupun provinsi Jawa Barat untuk bantuan pupuk subsidi selain bantuan lainnya," tandas Iman.

Dinas Pertanian dan perikanan juga akan mencoba memberikan bantuan ternak bagi petani tebu yang tergabung dalam kemitraan tersebut. Nantinya petani sambil menunggu panen tebu bisa mengurus ternak. "Kita butuh kerjasamanya saja, kita akan upayakan sehingga petani sambil menunggu panen tebu bisa mengelola ternak," tandasnya. (Echa)


 

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
Banner Kanan 2

Twitter Update

Pengurus Kwaran Majalengka Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan https://t.co/RSJKRGTSIj
Bangun Sinergi, Ketua PD PUI Majalengka gelar Silaturahim dengan PCNU https://t.co/T4SiKAS9sW
Ini Jadwal Kepulangan 3 Kloter Haji asal Majalengka https://t.co/dRkfXy79eS
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page