FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

2019, PDAM Unit Jatitujuh Majalengka Targetkan 1575 Pelanggan Baru

JATITUJUH, TINTAHIJAU.com - Pada 2019, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit Jatitujuh menargetkan jumlah pemasangan baru sebanyak 1575 yang  diperuntukan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sebanyak 1575 Sambungan Langsung (SL) itu, Kepala unit PDAM Jatitujuh, H Asik Fahdi mengatakan berada di tiga kecamatan meliputi Kecamatan Jatitujuh, Kertajati, dan Ligung. "Insya Allah target kuota 1575 SL dan akan menyasar serta mencari peluang-peluang ke desa-desa yang belum terlayani air PDAM," ujarnya, Jumat (12/7/2019).

Asik menambahkan, di daerah perkotaan sudah banyak yang menggunakan air PDAM. Sehingga target program kali ini akan melayani ke pinggiran perkotaan di tiga wilayah kecamatan tersebut. "Tentunya kami siap melayanani program MBR tahun 2019," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sumber air untuk wilayah tersebut terbilang cukup karena Perumda Air Minum di suplay dari WTP sumber air di beberapa tempat diantaranya di sungai Cimanuk. "Insya Allah cukup walaupun diterjang kemarau panjang, kalaupun air tidak normal pasti ada kebocoron, kadang debit kurang tapi itu jarang sekali," urainya.

Untuk saat ini, lanjut dia, sudah diajukan  calon pelanggan PDAM untuk didaftarkan program MBR tersebut. Nantinya, kata dia, dari Pemerintah Pusat akan melakukan verifikasi terhadap calon pelanggan PDAM tersebut. "Jika hasil verifikasinya memenuhi syarat, mereka akan mendapatkan pemasangan sambungan jaringan PDAM dengan biaya murah," ujarnya.

Terkait target MBR sebanyak 1575 sambungan rumah tersebut, Asik mengaku, tidak sulit untuk memenuhinya, karena selama ini program tersebut memang diminati masyarakat di Majalengka.

Program MBR yang diterima daerah itu, kata dia, saat ini tengah disosialisasikan kepada masyarakat dalam 15 desa di tiga kecamatan. Sosialisasi ini dilaksanakan selama sebulan, sepanjang bulan Juni kemarin. Penyambungan MBR itu sendiri akan dilaksanakan merata di 15 desa dengan harapan seluruh warga tidak mampu bisa menikmati fasilitas air bersih.

Menurut dia, program MBR lebih murah karena pemerintah pusat memberikan subsidi khusus bagi warga tidak mampu yang akan melakukan pemasangan jaringan baru PDAM sehingga tarifnya lebih murah daripada tarif biasanya.

Sementara itu, menurut salah seorang warga Kertajati, Dulmanan mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBR. Menurutnya hal itu bisa mengurangi beban baik dari segi biaya pemasangan hingga dampak dari musim kemarau.

"Kita sangat terbantu, sebab dampak musim kemarau sangat terasa baik untuk areal pertanian maupun air bersih," tandasnya.  



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
Twitter: TINTAHIJAUcom
YouTube: TINTAHIJAU Channel


Twitter Update

Terbangkan Pesawat Tanpa Awak, Wabup Subang Terima Brevet dari FASI https://t.co/92WbjsY016
Lanud Suryadarma Kalijati jadi Tuan Rumah Kejurnas Terbang Layang https://t.co/t5K9OckO3U
Menengok Aktivitas Polisi asal Papua di Jatiwangi Majalengka https://t.co/KXTPFPhZHt
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page