FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tahunan Warga Ciasem Subang Tinggal di Gubug Reyot

SUBANG, TINTAHIJAU.com - Seorang kakek pencari pasir di Subang, Jawa Barat (Jabar) hidup sebatang kara dan tinggal di gubuk. Untuk makan sehari-hari, dia sering diberi oleh tetangga sekitar.

Kakek Sarim (63) tinggal di Dusun Dukuh Girang, Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Subang. Tiap hari, dia harus berjalan sepanjang dua kilometer menuju sungai. Dia pun hanya menggunakan keranjang anyaman dan potongan ember untuk mengumpulkan pasir.

BERITA TERKAIT:

Ya Allah, Gubug Seperti ini Jadi Istana untuk Keluarga di Majalengka

30 Tahun Nenek Di Pabuaran Subang Tinggal Di Rumah Gubuk

Hidup Sebatang Kara, Kakek Sarya Tinggal di Bilik Bambu di Daerah Blanakan

Di sungai yang memiliki kedalaman sekitar 1 – 1,5 meter, kakek Sarim mengambil tanah yang ada di dasar sungai. Tanah itu lalu dimasukkan ke dalam keranjang anyaman yang berukuran kurang lebih 25 kali 50 centimeter.

Pasir yang sudah dikumpulkan lalu dibawa pulang dan dikumpulkan di dekat rumah. Sayangnya, pasir yang dia kumpulkan selama berhari-hari kurang diminati. Jika pasirnya tak kunjung laku, dia hanya mengandalkan makanan pemberian tetangga untuk makan. “Saya sudah empat tahun tinggal di sini, sehari-hari cari pasir, kalau makan dari tetangga,” kata Kakek Sarim.

Gubuk tempat tinggal Kakek Sarim tak kalah miris. Dengan ukuran dua kali tiga meter, gubuk ini lebih mirip kandang ayam dibanding tempat tinggal. Lantainya masih beralaskan tanah, dan dindingnya terbuat dari bilik bambu yang sudah lapuk dan bolong. Para tetangga kadang secara sukarela membantu memperbaiki kerusakan rumah sekedarnya.

Di dalamnya tidak ada perabotan yang berarti, hanya ada satu lemari pakaian dan ranjang bambu untuk tidur. Menurut tetangganya, Suparto, Kakek Sarim sudah bertahun-tahun tinggal di gubuk reyotnya seorang diri. Dia tidak memiliki anak dan istrinya sudah meninggal lima tahun lalu. “Kondisi kehidupan Kakek Sarim memprihatinkan, hidup sebatang kara karena istrinya sudah meniggal lima tahun lalu,” katanya.

Warga berharap ada uluran tangan dan tanggapan dari pemerintah baik pusat ataupun daerah terkait nasib Kakek Sarim.


sumber Naskah dan photo: iNews.id


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Banner Kanan 1
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Haturnuhun kang @ridwankamil Tos sumping ka lokasi banjir Pantura Subang... https://t.co/8KIIBICj0B
Umroh Ditangguhkan, Komisi VIII DPR RI: Terus Berdoa, Corona Segera Berlalu https://t.co/xKy4gWkU1O
Jangan Mandi Jika Habis Begadang, Ini Alasannya https://t.co/9QgFe2tGhS
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page