Pedagang di Majalengka Gratiskan Pizza Bagi Penghafal Al-Quran

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.com - Pedagang pizza yang biasa mangkal di Jl. KH. Abdul Halim Pasar Lama Majalengka Wetan, menggratiskan dagangannya bagi anak-anak penghafal al-Quran.

Berbagi itu baik dan tidak rugi. Apalagi kepada mereka yang hafal bacaan surat dalam al-Quran. Hal ini diimani seorang pedagang pizza gerobak di daerah Pasar Lama Majalengka Wetan, Nino (36). Nino rela menggartiskan pizaa kepada pembelinya yang hafal al-Quran. Tidak itu saja, pizza gratis juga disiapkan Nino bagi mereka yang faham ilmu tajwid. Untuk satu hari, Nino menyiapkan satu box pizza bagi mereka.

BERITA TERKAIT:

Pizza Hits Majalengka, Free Ongkir Diantar Hingga Depan Rumah

Etalase Jumat Berkah, Berbagi Makanan Gratis Warga Majalengka

Dahsyatnya Hikmah Sholat Jumat Bagi Umat Islam

 

"Sebenarnya ini dari bulan Ramadan kemarin ya. Jadi kita kasih hadiah istilahnya, buat yang hafal surat-surat Quran dan bisa menjawab kuis seputar Tajwid, tapi umurnya dibatasi ya, gak lebih dari 15 tahun," kata Nino kepada TINTAHIJAU.com

Selain diniatkan untuk sedeqah dengan cara berbeda, Nino yang merupakan warga Kelurahan Cicurug RT 07 RW 03 Kecamatan Majalengka ini juga berleinginan membumikan al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

VIDEO PILIHAN:
Karena Kelezatannya, Rela Naik Gunung Demi Nanas Ciater
Ayam Geprek Sambal Matah khas Sugar Rush, Pedasnya seuhah pisan
dRizz, Tempat Nongkrong Penikmat Pizza di Subang

Diakui Niko, di era kekinian ini, banyak anak-anak dan remaja yang lebih asik bermain gadget atau plasystation. Dengan cara bersedekah seerti itu, dia mengajak untuk kembali belajar al-Quran yang menjadi kitab Suci Umat Islam.

"Dengan mendengar mereka membaca al-Quran, ini memotivasi saya untuk terus belajar al-Quran dan mendalaminya. Baik bacaan, hafalan maupun ilmu tajwidnya," kata Nino.

Nino membuka usaha pizza sejak lima tahun lalu. Dia biasa buka usahanya itu sore hari hingga malam hari. Sambil usaha, sebagai bentuk ikhtiar untuk menfakhaji keluarganya, Nino berusaha keras untuk menyempatkan belajar al-Quran dengan caranya sendiri. "Saya suka terharu dan bangga apalagi kalau usia anak yang ikut hapalan masih di bawah 7 tahun," pungkasnya.



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom


Twitter Update

Dimakamkan dengan Protokol Kesehatan, Diagnosa Balita PDP yang Meniggal Karena Keracunan Makanan https://t.co/Cnof3auajz
Cara Mudah untuk Cek Arah Kiblat yang Dapat Dilakukan Semua Orang https://t.co/xATa0xsAUK
Orang Tua Khawatir dan Tak Rela Jika Anak Masuk Sekolah Saat Wabah Corona Masih Melanda https://t.co/ksLzINCdkf
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter