FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jelang PSBB di Subang, Relawan Jabar Quick Response Luncurkan Gerakan Berbagi Sesama



SUBANG, TINTAHIJAU.com - Jelang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap pertama, Jabar Quick Response (JQR) meluncurkan gerakan berbagi sama atau gerakan lumbung mikro.

Gerakan yang memfokuskan pada kegiatan penyediaan dan pembagian beras ini sebagai langkah bantuan darurat pangan yang berada di satuan terkecil saat PSBB diberlakukan.

Koordinator Program Lumbung Mikro Jabar Tangguh Covid -19, Amin Nurdin mengatakan Lumbung mikro covid ini merupakan gerakan untuk saling bahu membahu dan bekerja sama dalam penanganan covid-19.

BERITA LAINNYA:



Ini Enam Kegiatan yang Dibatasi Saat Subang Tetapkan PSBB

Wacana PSBB, Anggota DPRD Minta Pemkab Subang Antisipasi Dampak Sosial dan Ekonomi



Gubernur Jabar Usulkan Penerapan PSBB Tingkat Provinsi



"Lumbung mikro covid adalah upaya kami dalam mengedukasi masyarakat bahwa tidak hanya pemerintah saja yg bertanggung jawab untuk menanggulangi musibah ini tapi kita bersama," kata Amin

Dalam distribusi bantuan, nantinya mereka akan menggandeng  aparatur setempat sehingga bantuan bisa diterima tepat sasaran, seperti guru ngaji, marbot mesjid, Yatim piatu non panti, masyarakat ber-KTP setempat dan pendatang terdampak yang tidak terdata mendapat bantuan kompensasi Covid 19.

"Bantuan ini adalah bantuan non APBD artinya, anggarannya berasal dari bantuan lembaga yang bekerja sama dengan Jabar Quick Response," terangnya.

Adapun untuk lokasi pelaksananya meliputi 12 Kota kabupaten yang dinyatakan sebagai Zona Merah diantaranya, Kota Sukabumi, Kota/Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Depok, Kota/kabupaten Bekasi,Kota/kabupaten Bogor, Kabupaten Subang dan Kabupaten Cirebon.

Sementara itu Relawan Jabar Quick Respon Wilayah Subang Noni mengatakan gerakan ini akan menyisir masyarakat yang terdampak corona dan kebijakan PSBB

"Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini bisa juga sedikit menggerakkan yang lain untuk ikut membantu, karena wabah ini bisa ditanggulangi dengan kolaborasi dan saling menguatkan," kata Noni

Untuk prioritas bantuan adalah untuk warga tinggal di Jawa Barat yang tidak terdata dalam bantuan Covid 19, warga tersebut hanya mendapatkan bantuan beras 2 kg untuk berlaku selama satu minggu.

"Jadi penerimanya bisa saja tiap minggu orang tersebut menerima atau bisa berganti-ganti," pungkasnya

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Siang Ini Buruh Demo di Depan Gedung Sate, Kawal Pembahasan UMP di Jabar https://t.co/UK18wcRVZy
Beri Dia Waktu, Permasalahan Keluarga Ini Akan Selesai Dengan Cara Ini https://t.co/gXgXq1OXGv
Waduh! Ratusan Celana Dalam Wanita Berserakan di Gunung Sanggabuana Karawang https://t.co/0lEt7ysaJm
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter