FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kenali Bahasa Tubuh Kucing Agar Bisa Berkomunikasi Dengannya



Meski tak bisa berbicara, hewan peliharaan sebenarnya berkomunikasi dengan tuannya atau dengan siapapun dengan caranya sendiri.

Biasanya, mereka memberi pesan dengan menggunakan bahasa tubuhnya. Tak terkecuali bagi kucing.

Hewan lucu ini memiliki beberapa bahasa tubuh untuk menyampaikan pesan.

BACA JUGA:
Kenali Frekuensi BAB Si Kecil, Bisa Jadi Pertanda Diare
Sering Merasa Lapar Saat Bangun Tidur? Kenali Penyebabnya
Kenali Ciri-ciri Suami yang Mau Berpoligami
Kenali Waktunya Saat Penis Berhenti Tumbuh

Dr Gary Weitzman, seorang ahli perilaku binatang yang juga seorang dokter hewan di California memiliki jawabannya.

Penulis buku yang dipublikasikan National Geographic berjudul Cara Kucing Berbicara ini mengatakan ada banyak arti ketika seekor kucing mendengkur kepada tuannya.

Kucing biasanya mendengkur ketika dipanggil namanya, atau ketika mendapatkan suasana yang nyaman semisal ketika tenang diatas sofa yang empuk.

Tapi kucing juga bisa mendengkur ketika ada orang asing masuk ke rumah.

Menurut Gary, dengkuran kucing tak selalu berarti rasa senang atau nyaman.

Dengkuran kucing juga bisa diartikan sebagai pertanda kecemasan atau stres.

Ini ia ketahui ketika seekor kucing mendengkur begitu keras saat ia menjalani pengukuran suhu tubuh oleh dokter hewan. Ini menandakan kucing itu stres.

Kucing juga memiliki dua jenis dengkuran.

Ada yang dengkurannya keras yang menandakan bahwa ia menginginkan sesuatu yang biasanya dilakukan ketika kucing meminta makan.

Atau adapula dengkuran halus yang menandakan bahwa ia ingin dimanjakan tuannya.

Agak membingungkan lantaran satu bahasa tubuh ini bisa memiliki banyak makna.

Tapi Gary memastikan hampir 90 % bahwa dengkuran itu maknanya positif.

"Kucing mendengkur untuk menenangkan anaknya. Kucing juga mendengkur untuk menunjukan kepada tuannya bahwa ia senang berada di dekat anda," ungkapnya sebagaimana dilansir Mail Online.

Lantas apa artinya ketika kucing berteriak 'meong' berkali-kali?

"Kucing mengeong untuk berbicara pada sesamanya hanya ketika mereka masih kecil. Sementara ketika beranjak dewasa, kucing berhenti mengeong untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Mereka berhenti mengeong kecuali dalam kondisi yang sangat spesifik, semisal ketika masa kawin maupun saat kucing berkelahi," paparnya.

Jadi, saat kucing dewasa mengeong, tak lain ini adalah sinyal untuk manusia, bukan dengan antar kucing lainnya.

Menurut Gary, ini merupakan sinyal bahwa si kucing sedang menginginkan sesuatu.

Bisa itu berupa makanan maupun saat kucing itu mengajak bermain.

Tak hanya itu, adapula bahasa tubuh kucing yang bisa diperhatikan lewat perilakunya menggerakan kumis.

Kumis ini berfungsi untuk merasakan lingkungan sekitar, mendeteksi angin dan juga menunjukan perasaan kucing saat itu.

"Kumis ditarik ke belakang artinya kucing sedang khawatir, jika kumisnya berada di samping tandanya sedang santai sedangkan ketika kumis cenderung diarahka ke depan itu tandanya ia tengah bersiaga mencari mangsa," ungkapnya.

Nah itu kumis, bagaimana dengan gerakan ekor?

Jika ekor digerakan secara cepat, tandanya kucing sedang gelisah maupun bosan.

Jika cepat dan tak beraturan, dan ditambah bulu-bulunya berdiri itu tandanya kucing sedang marah, sedangkan ketika ekor ditegakan itu tandanya kucing sedang merasa senang. Tapi juga bisa berarti marah ketika muncul tanda lainnya semisal bulu-bulunya tegak berdiri.

Kemarahan kucing juga ditunjukan dengan cara menarik daun telinganya ke belakang.

Kucing juga biasa melilitkan ekornya di tubuh. Ini menandakan bahwa kucing itu sedang bersantai. Tapi pada waktu yang sama, ini juga bisa jadi pertanda bahwa ia sedang tidak ingin diganggu.

Yang menarik adalah ketika kucing mendekati anda lalu menggesekan tubunya ke kaki anda.

Ini sama halnya seperti ketika manusia mendatangi sahabatnya lalu merangkul pundak anda yang merupakan tanda persahabatan.

Ungkapan kasih sayang juga ditunjukan kucing dengan cara menjilat tuannya.

Selain itu, kucing juga biasanya berkedip perlahan sampai memejamkan matanya saat berada dekat dengan tuannya.

Ini merupakan pertanda bahwa kucing itu menaruh kepercayaan pada anda. Bahkan ia bisa tenang memejamkan matanya tanpa khawatir apa yang akan terjadi ketika ia tidak bisa melihat lingkungan sekitarnya.

Tapi Gary mengingatkan bahwa jangan pernah menatap mata kucing secara langsung ketika kucing dalam keadaan tidak nyaman.

Ini bisa diartikan bahwa anda menantang kucing untuk berantem seperti halnya ketika dua kucing saling berkelahi. (*)

Sumber: TribunNews | Foto: Ilustrasi Kucing

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TRENDING TOPIC

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Perkuat Ekonomi Desa, Pemprov Jabar Kembangkan Desa Digital https://t.co/I8RchrZe1b
PPP Tularkan Gerakan Kebaikan Bagi Generasi Muda Majalengka https://t.co/IGQ2zL0NvW
Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia Tembus 240.687 Kasus https://t.co/OijkA7Y3tc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter