FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Miris! Tiga Tahun Warga Pabuaran Subang Hidup di Gubug Derita

TINJAU PABUARAN- Kisah kemiskinan di Kabupaten Subang belum usai. Pasangan suami istri dan seorang anaknya terpaksa harus tinggal di sebuah gubug sejak tiga tahun lalu.

Darga (37), warga Dusun Warudoyong, Desa Karanghegar, Kecamatan Pabuaran, Subang sejak tiga tahun lalau menempati sebuah gubuk derita yang terbuat dari bilik bambu dan beralaskan karung. Selama tiga tahun lalu itu, Keluarga Darga dihantui kecemasan. Saat turun hujan, ia hawatir rumahnya itu disapu angin kencang. Sementara saat musim kemarau, dihantui ancaman kebakaran.

"Saya tak mengharapkan hidup mewah punya mobil, yang penting rumah saya ini bisa ditempati dengan layak dan tidak bocor saat hujan, itu saja bagi saya sudah cukup untuk hidup bersama istri dan anak saya yang masih kecil," Kata Darga kepada TINTAHIJAU.com, Selasa (28/4/2015).

Sehari-hari pasangan suami istri ini bekerja sebagai kuli serabutan. Ia beekrja jika ada orang lain membutuhkan tetangganya. Jika tidak ada kerjaan, Darga dan anal-istrinya itu terpaksa harus puasa. Beruntung, dia memiliki tetangga yang baik. Dari kepedulian tetangga ini, mereka bisa makan.

"Selama tiga tahun saya hidup di sini bersama istri dan anak. Saya masih bersyukur ada tetangga yang peduli dan memiliki sosial terhadap saya mereka sering membantu pada saat saya mengalami kesusahaan, itupun tak jarang hanya kadang-kadang," tuturnya.

Ironisnya, meskipun secara ekonomi keduanya lemah. Namun keluarga ini tidak pernah sekalipun tersentuh bantuan program pemerintah seperti Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) atau program rumah tidak layak huni (rutilahu). "Saya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah," katanya.

Sebelumnya Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih menyebutkan sebanyak 50% dari sekitar 1,6 juta warga Kabupaten Subang, terdata sebagai warga miskin. Data itu diambil dari data warga miskin  penerima bantuan di Subang, tercatat sebanyak 760.000. "Saya ingin betul-betul data itu (warga miskin) benar, jadi siapa saja masyarakat yang benar-benar miskin itu terdata. Kalau data akurat jadi bantuan itu bisa tepat sasaran," katanya.

Imas, yang menjabat Ketua  Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) itu menerangkan, penyebaran warga miskin di Kabupaten Subang, merata di 30 Kecamatan di Subang. Pihak pemerintah melakukan upaya guna menekan jumlah warga miskin, seperti penguatan di bidang kesehatan, pendidikan dan bantuan sosial (bansos) serta membuka lapangan pekerjaan. "Kita ingatkan kepada 30 camat yang ada di Subang untuk mendata kembali warga miskin. Sekarang saya minta untuk memverifikasi semua maka dari itu mereka kita undang," katanya. [Sandy Zaenudin]

foto: kondisi rumah keluarga Darga Dusun Warudoyong, Desa Karanghegar, Kecamatan Pabuaran, Subang

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Update Covid-19 Majalengka: Tambah 24 Orang Sembuh 9 Orang dan Meninggal 6 Orang https://t.co/sIzXoTPAly
Sambangi Tempat Karaoke, Polres Majalengka Test Urine Pengunjung https://t.co/y6wV6tFz7h
Positif Covid-19 di Subang Kembali Bertambah, 13 Warga Diisolasi https://t.co/9d0lYOuUhv
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter