FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Raskin di Pabuaran Subang Bau, Hancur dan Campur Kutu 

TINJAU PABUARAN- Kwalitas beras untuk warga miskin (Raskin) kembali menjadi sorotan. Pasalnya, selain kondisi beras itu hancur, raskin tersebut bau dan campur kutu.

Kondisi itu dialami oleh ratusan warga di Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Subang. Raskin yang mereka beli Rp2 ribu perliter itu kwalitasnya dikeluhkan warga. Mereka mengaku, kwalitas raskin tidak layak untuk dikonsumsi

Ijah misalnya, ia membeli raskin sebanyak 5 liter ke Kepala Dusun setempat. Saat sampai dirumah, ia dibuat kaget dengan kwalitas beras program pemerintah tersebut.

"Setelah saya cek beras itu ya ampun kwalitasnya jelek banget. Berwarna kuning, menir (beras hancur) bercampur dengan dedek (kulit padi) dan kutu. Inimah bukan untuk orang tapi paka ternak," kata Ijah kepada TINTAHIJAU.com, Sabtu ( 29/8/2015).

Bukan hanya Ijah yang mengeluhkan kwalitas raskin tersebut. Karena ada puluhan warga Peringkasap yang ikut mengantri raskin. Mereka meminta pemerintah maupun Bulog memeriksa kwalitas beras sebelum didistribusikan ke warga.

"Kasihan warga, mereka juga kan manusia, butuh beras yang layak. Bukan dikasih beras macam gini," kata Ijah.

Kepala Dusun, Anta mengatakan dirinya tidak mengetahui soal kwalitas, ia hanya menerima beras yang disalurkan melalui Desa. "Beras ini didistribusikan dari dolog Subang, dan sudah dalam kemasan. Kita hanya tugas untuk membagikan saja, jadi tidak mengetahui kwalitas ini," kata Anta. [Sandy Zaenudin]

 

Foto: ilustrasi

Follow twitter @tintahijaucom


Banner Kanan 1
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Haturnuhun kang @ridwankamil Tos sumping ka lokasi banjir Pantura Subang... https://t.co/8KIIBICj0B
Umroh Ditangguhkan, Komisi VIII DPR RI: Terus Berdoa, Corona Segera Berlalu https://t.co/xKy4gWkU1O
Jangan Mandi Jika Habis Begadang, Ini Alasannya https://t.co/9QgFe2tGhS
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page