FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tanpa Orang Tua, Gadis 21 Tahun asal Binong Lumpuh Sejak Lahir

TINJAU BINONG- Nasib nahas menderita Cucu warga  di Dusun Sangkali Desa Karangsari Kecamatan Binong, Subang. Kondisi fisik gadis berusia 21 tahun itu semakin menyusut akibat penyakit yang dideritanya.

Cucu mengidap cacat sejak lahir. Namun secara medis, belum diketahui jelas sakit yang diderita Cucu itu. Informasi yang dihimpun, saat balita, Cucu alami kurang gizi.

Cacat yang dieritanya itu, fisik Cucu menyusut. Meski usianya sudah 21 tahun, namun berat badannya seperti bocah 10 tahun, yakni 25 Kg. Iapun tidak bisa berjalan. Untuk aktivitasnya, ia hanya duduk atau digendong saudaranya. Tidak itu saja, Cucu pun tidak bisa komunikasi.

Dalam kondisi memprihatinkan itu, Cucu hanya tinggal bersama kakaknya, Cica. Sementara orang tuanya sudah tidak ada. Untuk mempertahankan hidupnya, setiap hari dia rela ngesot dari rumah kakaknya ke samping jalan. Dengan duduk beralaskan selembar tikar, Cucu memasang sekotak dus bekas, mengharap belas kasih orang yang melewati jalan tersebut.

Tetangga Cucu, Rumasih mengatakan, kondisi yang dialami Cucu sejak kecil. Pihak keluarga sudah membawa Cucu untuk berobat ke seorang bidan di daerah Simpar. "Belum pernah dibawa ke puskesmas. Apalagi rumah sakit. Habis tidak punya biaya. Keluarga juga pasrah sama kondisi Cucu," kata Rumasih kepada wartawan.

Kakak Cucu, Cica berharap adiknya itu menjalani pengobatan di rumah sakit. Cica mengaku tak tega dengan kondisi yang dialami adiknya itu. Hanya saja, harapan itu baru sekedar harapan. Sebab, untuk biaya pengobatan adiknya itu butuh dana tidak sedikit.

"Saya berharap ada yang mau membantu adik saya. Kami mohon pada Pak Bupati dan para pejabat, bisa menolong adik saya," ujar Cica.

Sementara itu Kades Karangsari, Dasim Sumantri mengatakan, pihaknya sudah merespon warganya itu. Dasim menyebutkan, dirinya sudah memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS). "Kami sudah berupaya memberikan bantuan untuk Cucu, seperti memberikan KIS bantuan dari Bapak Presiden," katanya.

Pihak desa, kata Dasim, siap memberikan bantuan jika memang Cucu dan keluarga membutuhkan. Dia justru heran dengan keluarga dan kerabatnya yang seolah enggan mengurus Cucu.

"Kalau kami pasti siap membantu. Cuma dari dulu masalahnya keluarganya yang ogah ogahan. Kami tidak mau dituding tidak perhatian dan disalahkan atas konsdisi Cucu," kata Dasim. [annas nashrullah l @jejakAnnas]

Foto: Cucu dan kakaknya, Cica
Follow twitter @tintahijaucom


Banner Kanan 1
TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kabar Gembira! 9 dari 15 Pasien PDP di Majalengka Dinyatakan Sembuh https://t.co/ZOKG8d37bf
Honda Ingin Kembali Gunakan Teknologi Jadul https://t.co/Nj6htsgB6s
14 Hari Berlalu, Subang Nihil Pasien Positif Corona https://t.co/GEbJKICdrQ
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page