Percepat Pengerjaan, Dandim Subang Pimpin Bakti Sosial di Bendungan Leuwinangka

TINJAU SUBANG- Puluhan TNI dan petani bergotong royong terlibat dalam percepetan proyek pembangunan Bendungan Leuwinangka di kampung Werasari, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang,

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0605 Subang Letkol Inf Budi Mawardi memimpin langsung kegiatan sosial tersebut. Bendungan Leuwinangka pada 2012 lalu itu jebol. Bendungan yang dibuat pada tahun 1928 tersebut mengairi sawah warga sekitar 4.789 Ha yang berada 20 desa di empat Kecamatan yaitu Kecamatan Subang, Kecamatan Pagaden, Kecamatan Pagaden barat dan Kecamatan Cikaum.

Untuk proyek itu pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp53 miliar dengan masa kontrak dari 2014-2015. Namun demikian, hingga kini Pembangunan secara permanen hingga sekarang belum selesai.

Pada bulan lalu, petani Pagaden Barat dan sekitarnya mengancam lakukan aksi untuk percepat pembangunan Bendungan tersebut. Rencana aksi unjuk rasa berhasil diredam, setelah ada pernyataan dari pihak pelaksana proyeks akan dilakukan dalam tiga pekan. Namun selang tiga pekan ini, lagi-lagi belum ada perkembangan. Petanipun mengancam untuk lakukan aksi menyampaikan aspirasi.

Dandim 0605 Subang Letkol Inf. Budi Mawardi berinisiasi untuk turun ke lapangan. Dengan mengerahkan personil TNI dan petinggi TNI di lingkungan Kodim seperti Kasdim dan Danramil, Dandim bersama puluhan warga melakukan aksi bakti sosial dengan terlibat langsung membantu pembangunan Bendungan Leuwinangka.

Dandim menegaskan jajaran Kodim bersama warga masyarakat siap membantu percepatan proyek bendungan Leuwinangka. Sehingga ketersediaan air untuk areal pertanian di daerah itu terjamin.

"Kita mengajak pihak pemborong untuk mencari solusi guna mempercepat pembangunan Leuwinangka ini. Kami bersama warga siap membantu untuk itu," kata Dandim kepada TINTAHIJAU.com, Ahad (8/6/2016).

Dandim menerangkan, terpenting dari perbaikan bendungan Leuwinangka itu, adalah penyelamatan ribuan hektare lahan pertanian warga di daerah Subang, Pagaden barat, Pagaden, Cikaum dan Dawuan. Karena karakter tanaman padi adalah hidup dari air, maka harus dipastikan terjaminnya pasokan air ke areal pertanian tersebut.

Keterlibatan unsur TNI di bidang pertanian ini, sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Di sejumlah kecamatan, TNI diturunkan ke sawah untuk membuat saluran air ke areal pertanian warga. Bahkan, TNI kerap dilibatkan bersama warga saat aksi kropyokan tikus yang mengganggu padi warga. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung tercapainya program swasembada pangan.


Follow twitter @tintahijau | FB: Berita Tintahijau


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Apakah Berhubungan Intim Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh? Ini Jawabannya https://t.co/OL9M7Yl6Dc
Catat! Ini Tiga Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran https://t.co/IqLghAkHo6
Viral! Polisi di Karawang Tolong Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan dan Belikan Seperangkat Bayi https://t.co/H6WB2xY2jU
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter