FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

     

     

     

[OPINI] Membangun Daya Saing Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 memiliki dampak secara langsung terhadap perilaku bisnis di Indonesia. Fenomena revolusi industri 4.0 ditandai dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat dan munculnya fenomena belanja online yang telah menurunkan daya saing terhadap pasar ritel modern, sehingga berpengaruh terhadap menurunnya daya saing ritel modern.

Di era 4.0 revolusi industri, teknologi yang paling menonjol dalam bisnis saat ini adalah teknologi informasi (TI) dengan teknologi digital dan internet akan menjadi dasar perubahan revolusioner di semua industri (K. Jung et.al, 2018; Borges, et.al 2009). Teknologi yang disertai dengan inovasi sangat penting dalam menciptakan rantai nilai perusahaan yang terintegrasi untuk membuat layanan yang berkualitas tinggi, sehingga untuk mewujudkannya perusahaan harus selalu berinovasi.

OPINI LAINNYA:

[OPINI] Menjadikan Sekolah Zona Aman Bagi Anak

[OPINI] Menyambut Musim Semi Pasca Pandemi

[OPINI] Islam dan Perkembangan Tekhnologi


Teknologi dan inovasi sangat penting bagi ritel karena memainkan peran penting dalam membantu meningkatkan bisnisnya dan mampu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan (Y Mun and Yazdanifard, 2013; Pantano and G. Laria, 2012).

Kualitas layanan dan inovasi adalah dua elemen yang dapat membangun keunggulan kompetitif, kualitas layanan sebagai infrastruktur yang memadai dalam memberikan layanan, sedangkan inovasi diterapkan karena konsumen menginginkan pembaruan dalam layanan yang dirasakan oleh konsumen, sehingga hasil akhirnya dari layanan yang berkualitas yang disertai dengan melakukan inovasi layanan maka akan mewujudkan terciptanya keunggulan bersaing.

Kualitas layanan ritel menjadi penting dalam membentuk citra dan meningkatkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, karena keberhasilan keunggulan kompetitif ditunjukkan pemberian layanan yang melebihi harapan pelanggan (S. Jelsic, 2014, Venter and Dhurup, 2005).

Hasil penelitian bahwa pelayana yang berkualitas memiliki kemampuan yang cukup signifiakn dalam meningkatkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan (P. Maclaran, 1999; Y. Y. C. P. D. D. Dominic, Diana Wong,Kim Nee Goh, 2014; Y. F. Ho, 1993).

Sementara, inovasi dalam bisnis ritel pada saat ini semakin penting untuk membangun keunggulan berkelanjutan terutama di dalam inovasi pelayanan, karena dengan adanya perubahan yang semakin dinamis dan meningkatnya harapan serta semakin selektifnya pelanggan, maka inovasi menjadi sangat penting kedudukannya sebagai strategi bersaing dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat (C. B. Alina Sorescu, Ruud T. Frambach, Jagdip Singh, Arvind Rangaswamy, 2011; G. C. Tănase, 2011).

Hasil penelitian membuktikan bahwa inovasi dalam ritel merupakan sumber daya penting dalam membangun daya saing (A. Brem, M. Maier, and C. Wimschneider, 2016; E. Leonardo Pinto, Giuseppe & Dell’Era, Claudio & Verganti, Roberto & Bellini, 2017). Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis terhadap ritel membuktikan secara empiris bahwa faktor pelayanan dan inovasi memiliki pengaruh yang signifikan dalam membangun daya saing.

Gambar di atas memberikan informasi bahwa, pengaruh langsung dari kualitas layanan terhadap keunggulan kompetitif adalah 0,160 dan pengaruh tidak langsung dari kualitas layanan terhadap keunggulan kompetitif adalah 0,092, sehingga total pengaruh kualitas layanan terhadap keunggulan kompetitif adalah 0,253. Pengaruh langsung dari inovasi layanan terhadap keunggulan kompetitif adalah 0,185 dan pengaruh tidak langsung dari inovasi layanan terhadap keunggulan kompetitif adalah 0,093, sehingga total pengaruh inovasi layanan terhadap keunggulan kompetitif adalah 0,278.

Pengaruh simultan dari kualitas layanan dan inovasi layanan terhadap keunggulan kompetitif adalah 0,531 dan total epsilon adalah 0,469. Hasil hipotesis pengaruh kualitas layanan terhadap keunggulan bersaing dengan nilai C.R 2,005> 1,960 (nilai kritis), artinya hipotesis tentang pengaruh kualitas layanan yang diterima.

Nilai C.R inovasi layanan 2.126> 1.960 (nilai kritis), hipotesis tentang pengaruh inovasi layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan kompetitif dapat diterima. Hasil analisis menunjukkan bahwa indikator keandalan pada kualitas layanan merupakan indikator terendah dengan nilai 0,38, hasil analisis menunjukkan bahwa indikator layanan baru pada inovasi layanan merupakan indikator terendah dengan nilai 0,47 dan hasil analisis menunjukkan bahwa indikator nilai pada keunggulan kompetitif adalah indikator terendah dengan nilai 0,47.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan inovasi layanan berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Lakhal (2009), Njoroge (2016), dengan temuan dalam penelitian mereka masing-masing peneliti secara empiris membuktikan bahwa kualitas layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan kompetitif.

Hasil penelitian sebelumnya tentang inovasi layanan berhasil menunjukkan bahwa inovasi layanan memiliki pengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Artinya, keunggulan kompetitif dapat dicapai dengan inovasi, ini sesuai dengan Hana (2013), Sorescu, et.all (2011) pencapaian keunggulan kompetitif melalui inovasi adalah sumber utama dan esensi keunggulan kompetitif, sehingga harus direalisasikan. Hasil dari penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Liu (2015), Noorani (2014) bahwa inovasi layanan memiliki pengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif.

Dalam bisnis minimarket, kualitas layanan dan inovasi layanan yang sangat penting diberikan kepada konsumen, layanan yang diberikan harus dapat memberikan dan meningkatkan nilai tambah, sebaliknya jika nilai tambah tidak mampu diberikan kepada pelanggan seperti halnya kemampuan dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan kemampuan dalam melakukan inovasi terhadap pelayanan, maka akan lemah pula kontribusinya terhadap daya saing ritel. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang telah membuktikan hipotesis tentang kualitas layanan dan inovasi layanan sangat berdampak pada keunggulan kompetitif.

Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan membuktikan secara empiris bahwa dampak kualitas layanan dan inovasi layanan terhadap ritel keunggulan kompetitif di wilayah III Provinsi Jawa Barat. Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Inovasi layanan memiliki efek positif dan signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Inovasi layanan lebih berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif dibandingkan dengan kualitas layanan.

Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi layanan dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif pertama, dan kualitas layanan di tempat kedua untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Nilai tertinggi dari indikator kualitas layanan adalah interaksi pribadi dan penyelesaian masalah, dan nilai yang terendah dari indikator kualitas layanan adalah reliabilitas.

Nilai tertinggi dari inovasi layanan adalah interaksi, teknologi dan sistem pengiriman, level terendah dari inovasi layanan adalah layanan baru dan nilai tertinggi dari indikator keunggulan kompetitif adalah harga dan kualitas, sedangkan nilai terendah dari keunggulan kompetitif adalah nilai.


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bocah Peretas NASA Dianiaya Orang Tak Dikenal, Ini Fakta Terbarunya https://t.co/a0PfzMt6yl
Pemdes Sumber Kulon Majalengka Bangun Fasilitas Olahraga di Lahan 3,2 Hektar https://t.co/zxj9kUmYTr
Terungkap Penyebab Wafatnya Ustadz Asmala dan Epin Saat Sembelih Hewan Kurban https://t.co/7I7DSaPXjv
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter